STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 5% pada perdagangan Minggu (24/5/2026) waktu setempat atau Senin pagi (25/5/2026) WIB.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent turun 4,92 USD atau 4,75% menjadi 98,30 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 4,50 USD atau 4,66%. Minyak WTI berakhir pada posisi 91,65 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.
Penurunan tajam ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia mengindikasikan pembicaraan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sedang mengalami kemajuan.
Trump menyebut proses negosiasi berlangsung secara positif. Namun, pihak Amerika Serikat tidak ingin terburu-buru dalam meresmikan kesepakatan tersebut.
“Negosiasi berjalan secara tertib dan konstruktif, dan saya telah menginformasikan perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu berada di pihak kita,” tulis Trump dalam unggahan di media sosial miliknya.
Trump menyampaikan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz sudah sebagian besar dinegosiasikan. Pengumuman resmi mengenai hal tersebut diperkirakan akan segera dilakukan.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak lebih dari 30% sejak akhir Februari lalu. Kenaikan terjadi setelah adanya serangan terhadap Iran.
Iran kemudian memberlakukan blokade pelayaran di Selat Hormuz sejak awal Maret. Kapal-kapal yang melintas wajib mendapatkan izin atau berisiko menghadapi serangan.
Selat Hormuz merupakan titik jalur distribusi minyak paling krusial di dunia. Sekitar 20% pasokan global melewati jalur laut tersebut sebelum konflik pecah.
Blokade oleh Iran ini memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. Hal tersebut memotong ekspor minyak dari Timur Tengah secara drastis.
Sebagai respons, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran. Trump menegaskan tekanan ini tidak akan kendor sebelum ada kontrak resmi.
“Tetap berkekuatan penuh dan berlaku sampai kesepakatan dicapai, disertifikasi, dan ditandatangani,” ujar Trump.

