STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Citatah Tbk (CTTH) menargetkan penjualan bersih sebesar Rp140 miliar pada 2025. Target tersebut, 19,86% lebih tinggi dibanding realisasi penjualan Perseroan Rp116,8 miliar pada tahun 2025.
Direksi CTTH dalam materi paparan publik yang disampaikan, Senin 04 Mei 2026 mengatakan, pihaknya fokus pada produk bernilai tambah untuk mendukung proyek residensial, komersial, perabot dapur, furnitur, dan aplikasi khusus.
Selain itu, Perseroan juga akan melakukan perluasan rentang produk untuk perdagangan sesuai rencana pengembangan KBLI, bahan penutup permukaan selain batu untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
CTTH juga melakukan penetrasi pasar menengah secara selektif, dengan tetap menjaga kualitas, margin, disiplin arus kas, serta penguatan efisiensi operasional lewat pengendalian biaya, pengelolaan persediaan, dan selektivitas proyek.
Disamping itu, Perseroan tetap berinisiatif untuk melakukan diversifikasi melalui pengembangan bisnis kapur tohor (quicklime), serta melakukan kerja sama strategis dengan Chememan Public Company Limited (Thailand).
Hingga kuartal I 2026, CTTH membukukan penjualan bersih sebesar Rp16,73 miliar, turun 41,94% dari Rp28,82 miliar pada periode sama 2025. Penurunan penjualan terbesar dari pasar lokal yakni sebesar 51,81% jadi Rp12,11 miliar pada kuartal I 2026 dibanding Rp25,13 miliar pada kuartal I 2025.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan CTTH juga turun 42,16%, dari Rp21,69 miliar pada kuartal I 2025 menjadi Rp12,55 miliar pada kuartal I 2026. Namun, laba kotor Perseroan anjlok 41,25% menjadi Rp4,188 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp7,12 miliar pada kuartal I 2025.
Seperti diketahui, PT Citatah Tbk merupakan perusahaan batu alam dan material permukaan yang telah beroperasi sejak tahun 1974 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1996. Perseroan memiliki kegiatan usaha yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan sumber daya batu alam, pengolahan material di fasilitas Pangkep dan Karawang, hingga penyediaan produk untuk proyek residensial, komersial, hospitality, serta aplikasi khusus.
Saat ini, Perseroan terus memperkuat fokus pada produk bernilai tambah, layanan berbasis proyek, kegiatan perdagangan, dan perluasan portofolio material permukaan untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas. (konrad)
