spot_img

FTSE Russell Coret 4 Saham RI, Pengamat Ini Ingatkan Potensi Tekanan Jual Asing

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pengamat Pasar Modal menyoroti keputusan lembaga indeks dunia, FTSE Russell, yang mendepak empat saham Indonesia dari indeks global. Langkah ini diprediksi bakal memicu tekanan jual dari investor institusi besar pada Juni mendatang.

Keempat saham yang keluar dari daftar tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). Berdasarkan data FTSE Global Equity Index Series Quarterly Review Juni 2026, perubahan ini mulai berlaku efektif pada Senin, 22 Juni 2026.

Menurut Pengamat Pasar Modal, Rita Efendy, pencoretan DSSA dari kategori Large Cap disebabkan oleh struktur kepemilikan.

“DSSA kepemilikan sahamnya terlalu terkonsentrasi atau tidak cukup beredar di publik,” ujarnya di Jakarta, dikutip Minggu (24/5/2026).

Sementara itu, DAAZ, HILL, dan MLIA terdepak dari kategori Micro Cap. Rita menyebut DAAZ memiliki jumlah saham yang bisa diperdagangkan bebas atau free float yang terlalu sedikit. Adapun HILL dan MLIA dinyatakan tidak lolos pengawasan standar yang ditetapkan FTSE.

Menurut Rita, keluarnya saham-saham tersebut dari indeks global memiliki dampak langsung terhadap pergerakan harga. Hal ini berkaitan dengan kebijakan investasi para manajer investasi mancanegara.

“Kalau saham dicoret dari indeks global, investor institusional besar seperti reksa dana dan dana pensiun luar negeri biasanya otomatis jual saham tersebut. Harga bisa tertekan,” kata Rita.

Ia menambahkan fenomena ini menjadi sinyal penting bagi emiten di tanah air. Struktur kepemilikan dan tata kelola perusahaan masih menjadi catatan bagi penyusun indeks internasional.

“Ini juga jadi sinyal tata kelola dan struktur kepemilikan saham Indonesia masih perlu banyak pembenahan,” tambahnya.

Kondisi ini pun menjadi perhatian pasar yang kini tengah menantikan evaluasi dari indeks MSCI.

Berdasarkan jadwal, seluruh perubahan indeks ini mulai dilakukan setelah penutupan perdagangan pada Jumat, 19 Juni 2026. FTSE Russell menyatakan seluruh perubahan akan dianggap final pada Senin, 8 Juni 2026.

Meskipun pengumuman sudah keluar, revisi terhadap daftar tersebut masih dimungkinkan hingga 5 Juni 2026. Setelah melewati tanggal itu, perubahan hanya akan dilakukan jika terjadi kondisi luar biasa sesuai dengan panduan FTSE Russell.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Estika Tata Tiara Borong 149,7 Juta Saham BEEF, Nilainya Tembus Rp37,42 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF)...

Pemenang Nusantara Internasional Lepas 24,21 Juta Saham WINR, Nilainya Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemenang Nusantara Internasional mengurangi porsi...

Rights Issue WMPP Direstui, Terbitkan 8,5 Miliar Saham Baru untuk Perkuat Ekspansi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru