Gaikindo Prediksi Penjualan Mobil Turun, IPCC Tetap Raup Laba Bersih Rp148 Miliar!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berhasil menunjukkan performa kuat di tengah tantangan ekonomi yang meningkat. Selama sembilan bulan pertama 2024, IPCC mencatatkan...
Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menyampaikan bahwa meski penjualan kendaraan bermotor menurun tahun ini, IPCC tetap mencatat kinerja positif. Hal ini berkat strategi manajemen yang tepat dalam memaksimalkan potensi lahan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Salah satunya adalah layanan Pre Delivery Centre (PDC), yang menyediakan tempat penyimpanan kendaraan sebelum dikirim ke pelabuhan tujuan. Perubahan strategi bisnis di sektor komersial juga membantu meningkatkan pendapatan perusahaan. โSinergi dan komunikasi yang baik dengan para pengguna jasa menjadi kunci utama keberhasilan ini,โ tutur Sugeng.
Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC, menambahkan IPCC telah menerapkan digitalisasi melalui sistem operasi baru, PTOS-C. Sistem ini, yang dikembangkan oleh Anak Usaha Pelindo, mampu mengintegrasikan dan melengkapi sistem yang sudah ada. Dengan begitu, kebutuhan pelanggan bisa terpenuhi lebih baik, sehingga prinsip service excellent benar-benar terealisasi, bukan sekadar slogan. Selain itu, IPCC juga terus melakukan standarisasi operasi, pengembangan SDM, dan transformasi terminal untuk menghadapi tantangan yang ada. Harapannya, iklim bisnis otomotif membaik dan berdampak positif pada perekonomian nasional.
Masuknya berbagai merek asal Tiongkok ke ekosistem kendaraan listrik (EV) nasional, disertai pembukaan pabrik-pabrik di sekitar Jakarta, diharapkan bisa mendorong peningkatan arus ekspor dan impor cargo EV pada tahun depan. Hal ini diperkirakan akan memacu pertumbuhan penjualan otomotif dalam negeri.
โSejalan dengan program Perusahaan yang fokus pada pengembangan strategi bisnis yang berkelanjutan serta terus berupaya untuk memperluas pengelolaan terminal kendaraan di wilayah Indonesia khususnya wilayah Indonesia bagian tengah dan timur yang diharapkan tercipta konektivitas antar terminal yang pada akhirnya dapat menurunkan biaya logistik dengan proses yang efisien dan terintegrasi serta selalu memenuhi ekspektasi para pelanggan/pengguna jasaโ, tutup Sugeng.
- 1
- 2
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...