spot_img

Harapan Damai AS-Iran Mencuat, Dow Futures Lompat 441 Poin Saat Harga Minyak Terperosok

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks saham Amerika Serikat (AS) melonjak pada Senin malam (25/5/2026) waktu setempat atau Selasa . Kenaikan ini terjadi di tengah merosotnya harga minyak dunia. Investor kini menaruh harapan besar pada penyelesaian konflik antara AS dan Iran yang dinilai semakin dekat.

Mengutip CNBC International, Dow Jones Industrial Average futures terbang 441 poin atau menguat 0,9%. S&P 500 futures juga mendaki 0,9%. Sementara itu, Nasdaq-100 futures memimpin penguatan dengan kenaikan 1,2%. Pasar saham AS sendiri tutup pada Senin karena libur Memorial Day.

Presiden Donald Trump memberikan sinyal positif terkait ketegangan di Timur Tengah. Trump menyebut pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang berjalan dengan baik. Namun, ia tetap memberi peringatan keras. AS bisa saja kembali melakukan serangan jika negosiasi tersebut menemui jalan buntu.

Komentar Trump langsung memukul harga minyak mentah. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) jatuh sekitar 6%. Penurunan harga komoditas ini menjadi tenaga tambahan bagi pergerakan indeks saham.

Pekan lalu, bursa saham AS sudah menunjukkan performa solid. S&P 500 naik 0,9% dan mencatat rekor kemenangan mingguan terpanjang sejak akhir 2023. Dow Jones tumbuh 2,1%, menandai kenaikan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir. Nasdaq pun menguat 0,5% sepanjang pekan lalu.

Pendiri Trivariate Research, Adam Parker menilai kinerja pasar ini didorong oleh faktor fundamental yang kuat. Laba perusahaan diproyeksikan tumbuh 23% tahun ini dan 16% pada tahun depan.

“Tidak ada keraguan fundamental setidaknya bertanggung jawab sebagian atas reli pasar ini,” tulis Parker.

Menurut Parker, ada argumen kredibel mengenai kondisi pasar saat ini. Meskipun proyeksi laba terus meningkat dan tumbuh kuat, rasio harga terhadap laba (price-to-forward earnings) justru mengalami kontraksi moderat.

Di sisi lain, harga minyak mentah AS sempat kehilangan 8,4% pada pekan lalu. Ini menjadi pekan terburuk bagi harga minyak sejak 17 April. Meski demikian, harga minyak masih bertahan jauh di atas level awal tahun.

Tekanan inflasi yang tetap tinggi membuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) ikut berubah. Pelaku pasar kini mulai mewaspadai potensi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Berdasarkan data CME Group FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada Juli kini mencapai 8,5%. Angka ini melonjak tajam dibandingkan posisi bulan lalu yang hanya sebesar 0,9%. Para investor terus memantau perkembangan ini sebagai pertimbangan strategi investasi mereka di pasar global.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Negosiasi AS-Iran Berjalan Konstruktif, Bursa Saham Eropa Melaju ke Level Tertinggi Sejak Maret

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Saham Asia Reli Usai Trump Beri Sinyal Positif soal Iran, Nikkei 225 Tembus Rekor 65.000

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Trump Instruksikan Negosiator Tak Buru-buru Soal Iran: ‘Waktu Ada di Pihak Kita’

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON DC) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru