spot_img

Negosiasi AS-Iran Berjalan Mulus, Harga Minyak Dunia Terpangkas 7%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 7% pada akhir perdagangan Senin (25/5/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (26/5/202^) WIB. Penurunan tajam ini terjadi seiring adanya tanda-tanda kemajuan kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli kehilangan sekitar 7% dan ditutup pada level 96,14 USD per barel. Harga ini tercatat di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh lebih dari 6% menjadi 90,30 USD per barel. Minyak WTI diperdagangkan di New York Mercantile Exchange.

Pelaku pasar optimis kesepakatan tersebut akan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan. Pembukaan kembali Selat Hormuz juga menjadi poin krusial dalam negosiasi ini. Meski begitu, linimasa penyelesaian kesepakatan tersebut masih belum pasti.

Jurnalis Spencer Kimball melaporkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal positif melalui unggahan media sosial. Trump menyebut diskusi dengan Republik Islam Iran berjalan dengan baik.

Dalam laporannya, Spencer mencatat Trump juga mendorong sejumlah negara sekutu untuk bergabung dalam Abraham Accords. Negara-negara tersebut meliputi Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, dan Yordania. Langkah ini bertujuan membangun hubungan diplomatik dengan Israel di tengah negosiasi dengan Iran.

Meski menunjukkan kemajuan, Trump tetap memberikan peringatan keras. AS siap kembali melakukan serangan jika diskusi tersebut menemui jalan buntu.

“Ini hanya akan menjadi Kesepakatan Besar untuk semua atau, tidak ada Kesepakatan sama sekali,” tulis Trump.

Sementara itu, tim perunding Iran terus bergerak aktif. Menteri Luar Negeri Iran menemui Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani pada hari Senin.

Keduanya membahas potensi kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang sedang terjadi. Kabar ini dilaporkan oleh Reuters berdasarkan informasi dari seorang pejabat terkait.

Sebelumnya, Trump sempat menyatakan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz sudah hampir selesai. Detail mengenai hal tersebut rencananya akan segera diumumkan. Trump sebelumnya sering memberikan sinyal resolusi konflik, namun tensi justru kembali meningkat.

Investor memantau fluktuasi harga yang sangat dinamis dalam sepekan terakhir. Minyak mentah AS sempat kehilangan lebih dari 8% pekan lalu. Penurunan ini terjadi setelah Trump membatalkan rencana serangan udara demi memberi waktu bagi negosiasi.

Harga minyak global sebenarnya telah melonjak lebih dari 30% sejak akhir Februari lalu. Kenaikan dipicu serangan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari.

Iran kemudian membalas dengan memblokade pengiriman melalui Selat Hormuz sejak awal Maret. Kapal-kapal yang melintas wajib mendapatkan izin atau berisiko terkena serangan.

Blokade tersebut sangat berdampak pada pasar energi dunia. Sekitar 20% pasokan minyak global biasanya melewati jalur laut tersebut sebelum perang pecah.

Aksi Iran memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. Hal ini secara otomatis memotong ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah secara drastis.

Sebagai respons, AS juga melakukan blokade terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran. Trump menegaskan blokade AS akan tetap berlaku sampai kesepakatan resmi ditandatangani dan disertifikasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emas Dunia Melonjak di Tengah Harapan Damai AS-Iran, Investor Mulai Berburu Safe Haven

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup menguat lebih...

Sinyal Damai AS-Iran Makin Kuat, Harga Minyak Dunia Langsung Ambles 5%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 5%...

Emas Dunia Melemah di Tengah Ancaman Inflasi dan Kenaikan Suku Bunga AS

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup melemah pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru