Jawab Pertanyaan BEI, MEJA Buka Suara Soal Sepinya Tender Offer dan Rencana Rights Issue

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menyikapi tidak adanya partisipasi pemegang saham pada penawaran tender (tende...

Jawab Pertanyaan BEI, MEJA Buka Suara Soal Sepinya Tender Offer dan Rencana Rights Issue
Bacakan Artikel

Selain isu tender offer, manajemen juga membeberkan detail rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini dirancang khusus untuk mengakuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP) menggunakan mekanisme inbreng (shares swap).

Rights issue ini ditargetkan baru akan dieksekusi pada kuartal ketiga tahun 2026. Perseroan saat ini masih harus merampungkan audit laporan keuangan TCP yang diperkirakan selesai pada kuartal kedua 2026. Proses valuasi oleh Penilai Independen juga dijadwalkan rampung sebelum kuartal ketiga 2026 bergulir.

Langkah rights issue dipilih karena kondisi keuangan perseroan tergolong sehat. Perseroan tidak memiliki masalah finansial mendesak untuk mengambil opsi private placement atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Transaksi inbreng ini melibatkan pertukaran 45% saham perseroan dengan saham milik pemegang saham pengendali TCP. Pemegang saham pengendali TCP akan bertindak langsung sebagai pembeli strategis (strategic buyer). Oleh karena itu, aksi korporasi ini sama sekali tidak akan menghasilkan aliran dana tunai (cash inflow) bagi perseroan.

Jika pemegang saham publik tidak mengeksekusi haknya, seluruh sisa saham otomatis akan diserap oleh pemegang saham pengendali TCP. Meski begitu, manajemen menjamin proses ini tidak akan memicu perubahan pengendalian di dalam tubuh perseroan. Kesepakatan ini telah diikat secara hukum melalui perjanjian tertanggal 22 Desember 2025.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: