STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (26/5/2026) waktu setempat. Para investor bersikap waspada memantau perkembangan situasi di Timur Tengah serta Ukraina. Fluktuasi harga minyak mentah turut membayangi pergerakan pasar sepanjang hari.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,57% ke posisi 628,01. Pelemahan ini terjadi setelah bursa mencatatkan kenaikan kuat pada sesi sebelumnya. Indeks DAX Jerman merosot 0,80% ke level 25.184,89. FTSE MIB Italia juga menyusut 0,64% ke posisi 49.899,22.
Kondisi berbeda dialami indeks FTSE 100 Inggris yang mampu naik tipis 0,24% ke level 10.491,39. Penguatan ini didorong oleh kenaikan harga saham-saham sektor pertambangan. Sementara itu, indeks IBEX 35 Spanyol terkoreksi 0,52% ke level 18.290,90. Indeks CAC 40 Perancis tidak mengalami perubahan dan tetap berada di posisi 8.173,11.
Sentimen pasar tertekan oleh laporan serangan “pertahanan diri” pasukan Amerika Serikat (AS) di Iran selatan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberikan pernyataan tegas mengenai jalur perdagangan energi. Saat ini, Rubio sedang berada dalam kunjungan resmi ke India.
“Selat Hormuz pada akhirnya harus dibuka dengan satu atau lain cara,” ujar Rubio.
Situasi geopolitik terlihat kontradiktif dengan pernyataan Presiden Donald Trump sebelumnya. Melalui akun Truth Social, Trump mengisyaratkan negosiasi perdamaian dengan Iran mulai menunjukkan titik terang. Ia menilai proses diskusi sedang berlangsung secara positif.
“Negosiasi berjalan baik,” tulis Trump.
Selain isu Timur Tengah, pelaku pasar mengkhawatirkan perkembangan perang di Ukraina. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov meminta Rubio segera mengevakuasi diplomat dan warga negara dari Kyiv. Lavrov memperingatkan adanya rencana serangan sistematis baru terhadap ibu kota Ukraina tersebut.
Kabar dari sektor korporasi turut memberikan tekanan pada indeks. Saham produsen mobil mewah Ferrari anjlok lebih dari 8%. Penurunan tajam terjadi setelah perusahaan memperkenalkan mobil listrik pertamanya yang diberi nama Ferrari Luce.
Di London, saham perusahaan migas raksasa BP turun 4%. Langkah ini menyusul keputusan mendadak perusahaan memberhentikan Chairman Albert Manifold. Dewan direksi menyebut adanya masalah serius terkait standar tata kelola dan pengawasan di perusahaan.
“Keputusan tersebut disebabkan oleh kekhawatiran serius terkait standar tata kelola, pengawasan, dan perilaku,” bunyi pernyataan resmi manajemen BP.
Kabar positif datang dari peritel perlengkapan rumah tangga Kingfisher. Saham pemilik merek B&Q dan Screwfix ini sempat melonjak ke puncak indeks sebelum berakhir naik 1,7%. Manajemen merasa yakin dapat mencapai target setahun penuh meski penjualan kuartal pertama turun tipis 0,7%.
Harga minyak mentah dunia bergerak sangat fluktuatif akibat ketegangan ini. Minyak mentah Brent melonjak 4,1% menjadi USD100,09 per barel. Sebaliknya, minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 2,8% ke posisi USD93,88 per barel.

