Laba BCA Tembus Rp29 Triliun di Semester I 2025, Kredit Hampir Rp1.000 Triliun!

STOCKWATACH.ID (JAKARTA) –  PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencetak laba bersih Rp29 triliun pada semester I 2025. Angka ini tumbuh 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit dan peningkatan transaksi perbankan.

Pendapatan bunga bersih BCA naik 7% YoY menjadi Rp42,5 triliun. Pendapatan selain bunga juga tumbuh 10,6% YoY menjadi Rp13,7 triliun. Total pendapatan operasional mencapai Rp56,2 triliun atau naik 7,8% secara tahunan. Efisiensi operasional pun membaik dengan rasio cost to income (CIR) turun menjadi 29,1% dari 30,5% tahun sebelumnya.

Kredit BCA tumbuh 12,9% YoY menjadi Rp959 triliun per Juni 2025. Kredit korporasi mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 16,1% YoY menjadi Rp451,8 triliun. Kredit komersial naik 12,6% menjadi Rp143,6 triliun, sementara kredit UKM tumbuh 11,1% menjadi Rp127 triliun.

Pada segmen konsumer, kredit rumah (KPR) tumbuh 8,4% menjadi Rp137,6 triliun. Kredit kendaraan bermotor naik 5,2% menjadi Rp65,4 triliun. Total kredit konsumer naik 7,6% menjadi Rp226,4 triliun, termasuk pinjaman kartu kredit dan konsumer lainnya yang tumbuh 9,4% menjadi Rp23,4 triliun.

“Pertumbuhan kredit BCA positif di berbagai segmen, mulai dari korporasi, UMKM, serta konsumer. Penyelenggaraan BCA Expoversary 2025 turut menopang kinerja pembiayaan pada paruh pertama 2025,” ujar Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (30/7/2025).

Likuiditas dan kualitas aset terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 2,2%, sementara rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 5,7% dari 6,4% pada tahun sebelumnya. Pencadangan NPL sebesar 167,2% dan LAR 68,7% dinilai memadai.

Penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan melonjak 21,1% YoY menjadi Rp239,7 triliun atau 24,9% dari total portofolio kredit. Kredit kendaraan listrik mencapai Rp3,2 triliun. BCA juga kembali menawarkan Kredit Multiguna Usaha Kartini dengan bunga mulai dari 3,21% efektif per tahun untuk perempuan pengusaha. Di sektor pendidikan dan usaha berwawasan lingkungan, BCA menyediakan bunga spesial untuk kredit produktif.

Dana pihak ketiga (DPK) naik 5,7% YoY menjadi Rp1.190 triliun. Dana murah (giro dan tabungan/CASA) berkontribusi 82,5% atau Rp982 triliun dan tumbuh 7,3% YoY. Frekuensi transaksi meningkat 17% YoY, didorong oleh pertumbuhan transaksi mobile dan internet banking yang naik 19%.

Inovasi digital terus diperkuat. Aplikasi myBCA kini telah terintegrasi dengan portofolio saham dan obligasi dari BCA Sekuritas. BCA juga menambahkan mata uang Won Korea Selatan ke dalam fitur Poket Valas yang kini mendukung 17 mata uang asing.

“Sebagai bentuk apresiasi bagi nasabah, BCA kembali menghadirkan program Gebyar Hadiah BCA yang berlangsung pada 15 April – 31 Juli 2025. BCA berkomitmen terus menghadirkan inovasi dan memperluas cakupan produk dan layanan sesuai kebutuhan nasabah,” ujar Hendra Lembong.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pefindo Kantongi Mandat Surat Utang Rp66,28 Triliun per Maret 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi...

Pefindo Proyeksi Penerbitan Surat Utang Korporasi 2026 Tembus Rp175,77 Triliun

STOCKWATCH (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan...

Penerbitan Surat Utang Korporasi Kuartal I 2026 Tembus Rp59,35 Triliun, Naik 26,97%

STOCKWATCH (JAKARTA) – Pasar surat utang korporasi nasional tampil...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru