STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) mengumumkan rincian rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue. Perusahaan jasa pendukung pertambangan ini mengincar dana maksimal Rp159,9 miliar melalui aksi korporasi tersebut.
Rencana ini telah mendapat restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 April 2026. RMKO menawarkan sebanyak-banyaknya 457.142.857 saham baru.
Jumlah tersebut setara 26,78% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Setiap saham baru memiliki nilai nominal Rp100 per saham.
Perseroan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp350 per saham. Berdasarkan rasio yang ditetapkan, setiap pemegang 175 saham lama berhak atas 64 HMETD.
PT RMK Investama (RMKI) memberikan dukungan penuh selaku pemegang saham utama perseroan. RMKI berkomitmen melaksanakan seluruh haknya sebanyak 308.564.114 HMETD.
Total nilai komitmen yang disiapkan RMKI mencapai Rp107,9 miliar. Langkah ini menjadi bukti kepercayaan pemegang saham utama terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang RMKO.
Seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja. Alokasi ini meliputi biaya bahan bakar (fuel), pelumas, serta pembelian suku cadang (sparepart).
Perseroan juga mengalokasikan dana untuk pemeliharaan alat berat, kendaraan, dan mesin. Hal ini bertujuan mendukung aktivitas operasional yang terus meningkat.
Berdasarkan jadwal, pernyataan efektif diperkirakan jatuh pada 5 Juni 2026. Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) di pasar reguler dan negosiasi pada 15 Juni 2026.
Pasar tunai untuk cum-right dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Selanjutnya, periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 22–26 Juni 2026.
Penjatahan saham tambahan akan dilakukan pada 1 Juli 2026. Direktur Utama RMKO, William Saputra menyebut penguatan permodalan sangat krusial di tengah tren positif sektor pertambangan Indonesia.
“RMKO optimis dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan operasional,” ujar William di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
