Pefindo Kantongi Mandat Surat Utang Rp66,28 Triliun per Maret 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi mandat penerbitan surat utang korporasi senilai Rp66,28 triliun. Angka ini tercatat hingga 31 Maret 2026 dan mencakup instrumen yang belum melantai di bursa (listing).

Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo, Suhindarto, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Rencana penerbitan ini melibatkan 45 perusahaan dari berbagai sektor industri.

Sektor pembiayaan (konsumtif-otomotif) mendominasi rencana penerbitan dengan nilai Rp11,0 triliun. Posisi kedua ditempati industri perbankan sebesar Rp9,18 triliun. Entitas terkait pemerintah untuk layanan publik menyusul dengan nilai Rp7,05 triliun.

Mandat dari institusi non-BUMN masih mendominasi pasar. Nilainya mencapai Rp48,81 triliun dari 33 perusahaan. Kelompok BUMN beserta anak usahanya mencatatkan rencana penerbitan Rp17,47 triliun dari 12 perusahaan.

“Hingga per akhir Maret kemarin mencatatkan mandat surat utang korporasi dan yang belum listing mencapai Rp66,28 triliun,” ujar Suhindarto.

Instrumen Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi menjadi pilihan utama emiten. Nilainya mencapai Rp32,98 triliun. Pilihan instrumen lain meliputi obligasi non-PUB senilai Rp12,91 triliun, PUB Sukuk Rp12,45 triliun, serta Sukuk Rp4,75 triliun. Selain itu, terdapat mandat untuk Medium Term Notes (MTN), surat berharga perpetual, hingga sekuritisasi.

Sepanjang kuartal I 2026, total penerbitan surat utang korporasi nasional mencapai Rp59,4 triliun. Angka ini tumbuh 26,97% dibanding periode sama tahun sebelumnya senilai Rp46,8 triliun. Penerbitan obligasi korporasi dan sukuk tercatat sebesar Rp52,4 triliun atau naik 12,96% secara tahunan.

Untuk surat utang yang diperingkat Pefindo, sektor kehutanan, pulp, dan kertas memimpin dengan nilai Rp8,2 triliun. Sektor perbankan berada di urutan berikutnya dengan nilai Rp7,7 triliun. Industri pembiayaan menyusul senilai Rp7,3 triliun.

Suhindarto menyebut terdapat pergeseran dalam daftar lima besar sektor dengan nilai pemeringkatan tertinggi. “Industri kimia masuk menjadi lima teratas menggantikan perusahaan induk,” katanya.

Pefindo memperkirakan penerbitan surat utang sepanjang 2026 tetap solid. Target penerbitan berada pada rentang Rp154,00 triliun hingga Rp196,86 triliun. Titik tengah proyeksi berada pada angka Rp175,77 triliun.

Faktor pendorong utama berasal dari tingginya nilai surat utang jatuh tempo. Periode Mei hingga Desember 2026 mencatat nilai jatuh tempo sebesar Rp124,12 triliun. Kondisi ini memicu kebutuhan perusahaan untuk melakukan refinancing.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pefindo Proyeksi Penerbitan Surat Utang Korporasi 2026 Tembus Rp175,77 Triliun

STOCKWATCH (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan...

Penerbitan Surat Utang Korporasi Kuartal I 2026 Tembus Rp59,35 Triliun, Naik 26,97%

STOCKWATCH (JAKARTA) – Pasar surat utang korporasi nasional tampil...

Berprospek Stabil, Pefindo Tegaskan Peringkat idAA untuk Aneka Tambang (ANTM)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru