STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat “idAA” untuk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM). Prospek untuk peringkat perusahaan pertambangan plat merah tersebut adalah stabil.
Peringkat ini berlaku untuk periode 26 Maret 2026 hingga 1 Maret 2027. Pefindo menilai ANTM memiliki kemampuan sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.
Dukungan sangat kuat dari induk usaha, PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID), menjadi faktor utama penilaian tersebut. ANTM juga dinilai memiliki profil keuangan sangat kuat dan cadangan sumber daya cukup besar.
Meski demikian, peringkat ini dibatasi sejumlah risiko. Di antaranya risiko ekspansi, fluktuasi harga komoditas, hingga cuaca buruk. Perubahan peraturan dan kondisi ekonomi makro juga menjadi perhatian tim analis Pefindo, Fahrinaldi Akbar dan Martin Pandiangan.
Berdasarkan data keuangan per September 2025 (tidak diaudit), ANTM mencatatkan kinerja positif. Total penjualan perusahaan mencapai Rp72,02 triliun. Laba bersih setelah kepentingan minoritas tercatat sebesar Rp5,97 triliun.
Total aset yang disesuaikan perusahaan mencapai Rp47,90 triliun. Sementara itu, total ekuitas yang disesuaikan berada di angka Rp35,02 triliun. EBITDA perusahaan tercatat sebesar Rp8,81 triliun dengan margin 12,2%.
Dari sisi kewajiban, total utang yang disesuaikan ANTM sebesar Rp3,76 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas tetap terjaga rendah di level 0,1 kali. Rasio utang terhadap EBITDA berada di angka 0,3 kali secara tahunan.
Pefindo menjelaskan peringkat dapat dinaikkan jika kontribusi ANTM terhadap MIND ID menguat secara substansial. Hal ini harus tercermin dari indikator pendapatan dan profitabilitas yang jauh lebih tinggi terhadap grup.
Sebaliknya, peringkat bisa berada di bawah tekanan jika dukungan dari MIND ID melemah. Hal ini dapat dipicu menurunnya kontribusi ANTM terhadap grup atau kesulitan keuangan tanpa bukti dukungan dari induk.
Per 30 September 2025, MIND ID menguasai 65% saham ANTM. Masyarakat memegang 35% saham, sementara direksi memiliki kurang dari 0,1%. Pemerintah Indonesia tetap memegang satu lembar saham Dwiwarna Seri A.
“Profil kredit berdiri sendiri ANTM mencerminkan cadangan dan sumber daya yang cukup besar, profil keuangan yang sangat kuat, dan produk yang terdiversifikasi,” tulis Pefindo dalam ringkasan laporannya dikutip Rabu (15/4/2026).
