Laba Bersih PGEO Melonjak 40% pada Kuartal I-2026, Produksi Listrik Tumbuh Pesat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat kinerja positif sepanjang kuartal I-2026. Laba bersih emiten panas bumi ini melonjak 40% menjadi USD 43,899 juta. Angka...

Laba Bersih PGEO Melonjak 40% pada Kuartal I-2026, Produksi Listrik Tumbuh Pesat
Bacakan Artikel

Sejumlah proyek strategis siap beroperasi dalam waktu dekat. Proyek Ulubelu Binary Unit (BU) berkapasitas 30 MW ditargetkan beroperasi secara penuh atau commercial operation date (COD) pada 2027.

Pada 2028, PGEO menargetkan sejumlah proyek lain mulai beroperasi penuh. Proyek tersebut meliputi Kamojang Low Pressure (LP) 5 MW, Lahendong LP 15 MW, Lahendong BU Unit 1 15 MW, Lumut Balai BU Unit 1 10 MW, Sibayak BU 5 MW, dan Hululais BU Unit 1 30 MW. PGEO juga mempersiapkan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW untuk mencapai COD pada 2030 demi mendukung target Net Zero Emission 2060.

Dari sisi keberlanjutan dan ESG, PGEO berhasil menghindari emisi sebesar 1.167.992,70 ton $CO_{2}e$ hingga akhir Maret 2026 dibandingkan pembangkit batu bara. Saat ini, PGEO mengelola 15 WKP dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW.

Sebanyak 727 MW dari kapasitas tersebut dioperasikan langsung oleh PGEO. Sisanya sebesar 1.205 MW dikelola lewat skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas di wilayah kerja PGEO menyumbang sekitar 70% dari total kapasitas panas bumi Indonesia. Hal ini membawa potensi pengurangan emisi sekitar 10 juta ton $CO_{2}$ per tahun.

Kredensial ESG perseroan terbukti unggul dengan raihan 20 penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup sejak 2011 sampai 2026. PGEO juga menduduki peringkat pertama dari 679 perusahaan di sektor utilitas global pada pemeringkatan Sustainalytics ESG Risk Rating.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: