Meski Penjualan Naik, Master Print (PTMR) Rugi Rp10,42 Miliar di Kuartal III 2025, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan bersih emiten distributor penyewaan barang-barang kemasan industri, seperti mesin, suku cadang dan servis, yakni PT Master Print Tbk (PTMR) pada kuartal III 2025 mencapai Rp97,31 miliar, naik sekitar 3,72% dari Rp93,81 miliar pada periode sama 2024.

Penjualan PTMR pada kuartal III 2025 didominasi oleh penjualan produk Consumables yakni sebesar Rp84,21 miliar atau sekitar 86,53% dari total penjualan Perseroan. Adapun produk mesin menyumbang sekitar Rp9,69 miliar.

Kendati penjualan naik, menurut laporan keuangan per 30 September 2025  yang diumumkan Jumat, 2 Januari 2026, emiten perdagangan dan distributor penyewaan barang-barang kemasan industri beraset Rp143,77 miliar per September 2025  itu merugi Rp10,42 miliar pada kuartal III 2025. Di periode yang sama tahun 2024, PTMR masih membukukan laba bersih sebesar Rp10,28 miliar.

Kerugian PTMR disebabkan antara lain oleh kenaikan beban beban pokok penjualan serta beban umum  dan administrasi, masing-masing sebesar 9,71% jadi Rp71,71 miliar dan 46,81% ke Rp23,84 miliar pada kuartal III 2025. Selain itu, beban keuangan Perseroan juga mencatat beban lain-lain sebesar Rp12,79 miliar pada kuartal III 2025, dari periode sebelumnya pendapatan lain-lain Rp3,65 miliar.

Akumulasi berbagai kenaikan beban di atas menyebabkan emiten perdagangan dan distributor penyewaan barang-barang kemasan industri itu menderita rugi sebelum pajak Rp13,58 miliar pada kuartal III 2025. Di periode yang sama tahun 2024, PTMR membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp13,26 miliar.

Sekedar informasi, PT Master Print Tbk (PTMR) didirikan tahun 2006. Perusahaan ini bergerak di bidang usaha perdagangan sebagai distributor resmi dan penyewaan barang-barang kemasan industri.

Produk Perseroan meliputi, suku cadang dan jasa seperti sistem pengkodean, penandaan, pelabelan, dan inspeksi produk, serta kemasan susut, kemasan pelindung, kemasan makanan, dan kemasan farmasi (blister). (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pefindo Kantongi Mandat Surat Utang Rp66,28 Triliun per Maret 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi...

Pefindo Proyeksi Penerbitan Surat Utang Korporasi 2026 Tembus Rp175,77 Triliun

STOCKWATCH (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan...

Penerbitan Surat Utang Korporasi Kuartal I 2026 Tembus Rp59,35 Triliun, Naik 26,97%

STOCKWATCH (JAKARTA) – Pasar surat utang korporasi nasional tampil...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru