STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 10,93 juta pada kuartal I 2026. Angka ini membengkak 18,65% dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun 2025 sebesar USD 9,21 juta.
Menurut laporan keuangan interim per 31 Maret 2026 yang dirilis Senin (29/6/2026), perusahaan mulai mencatatkan pendapatan usaha. EMAS meraup pendapatan sebesar USD 2,64 juta pada tiga bulan pertama 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan belum menghasilkan pendapatan atau masih nol.
Seluruh pendapatan tersebut berasal dari penjualan emas domestik kepada pihak ketiga. PT Aneka Tambang Tbk menjadi kontributor tunggal pendapatan EMAS senilai USD 2,64 juta. Seiring munculnya pendapatan, EMAS mencatat beban pokok pendapatan sebesar USD 2,18 juta. Alhasil, perusahaan mengantongi laba kotor sebesar USD 460 ribu.
Meningkatnya rugi bersih EMAS terutama dipicu oleh lonjakan beban usaha. Beban umum dan administrasi naik tajam dari USD 2,55 juta menjadi USD 7,70 juta. Selain itu, perusahaan masih menanggung beban keuangan yang tinggi sebesar USD 4,97 juta, meski sedikit turun dari USD 5,23 juta pada tahun lalu.
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin dan Direktur Suryadinata Tanu menegaskan tanggung jawab manajemen atas penyajian laporan ini. “Laporan keuangan konsolidasian interim PT Merdeka Gold Resources Tbk dan Entitas Anak telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,” tegas Boyke dan Suryadinata dalam surat pernyataan direksi.
Dari sisi neraca, kekuatan keuangan EMAS terlihat dari total aset yang mencapai USD 809,30 juta per 31 Maret 2026. Jumlah ini tumbuh 9,27% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar USD 740,63 juta. Kenaikan aset didorong oleh persediaan yang melonjak menjadi USD 31,38 juta serta penambahan aset tetap.
Di sisi lain, total liabilitas perusahaan naik 22,65% menjadi USD 441,19 juta dari sebelumnya USD 359,70 juta. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pinjaman bank jangka panjang yang mencapai USD 325,49 juta. Sementara itu, total ekuitas EMAS tercatat sebesar USD 368,11 juta, turun tipis 3,37% dari posisi akhir 2025 sebesar USD 380,93 juta.
Setelah periode laporan ini, EMAS bergerak cepat memperkuat likuiditas melalui beberapa aksi korporasi. Pada 10 April 2026, perusahaan menandatangani fasilitas kredit sindikasi senilai USD 150 juta yang telah ditarik seluruhnya.
Selain itu, anak usaha EMAS yaitu PT Pani Bersama Tambang (PBT) telah melunasi sebagian utang bank sebesar USD 80 juta pada 22 Mei 2026. Teranyar, EMAS resmi melakukan pencatatan sekunder Hong Kong Depositary Receipts (HDR) di bursa Hong Kong (HKEX) pada 26 Juni 2026 dengan kode saham 6228. Pencatatan ini mewakili saham yang dipegang oleh pemegang saham minoritas tertentu dan tidak melibatkan penerbitan saham baru.

