spot_img

Indeks Kospi Korea Selatan Terjun Bebas 5,81%, Pimpin Kejatuhan Bursa Asia Pasifik

STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas rontok pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026). Aksi jual besar-besaran pada sektor teknologi menjadi pemicu utama ambruknya pasar di berbagai negara Asia.

Mengutip CNBC, pasar modal Korea Selatan memimpin kejatuhan tersebut. Indeks Kospi tercatat merosot tajam 5,81% ke level 8.411,21. Penurunan ini terjadi seiring melemahnya minat investor pada saham-saham berbasis teknologi.

Indeks Kosdaq yang menaungi saham-saham kapitalisasi kecil di Korea Selatan juga tidak berdaya. Indeks tersebut terpangkas 4,10% dan berakhir di posisi 851,37. Tekanan jual merata di hampir seluruh papan perdagangan Seoul.

Bursa saham Jepang ikut merasakan dampak negatif tersebut. Indeks Nikkei 225 jatuh 4,15% ke posisi 69.360,88. Sementara itu, indeks Topix yang memiliki cakupan lebih luas juga melemah 1,32% menjadi 3.963,36.

Di Asia Tenggara, bursa Singapura turut berakhir di zona merah. Indeks Straits Times (STI) terkoreksi 0,52% ke level 5.191,73. Penurunan ini setara dengan kehilangan 27,23 poin dari posisi sebelumnya.

Kondisi serupa dialami oleh bursa Selandia Baru. Indeks NZX 50 ditutup turun 0,58% atau berkurang 78,26 poin ke level 13.416,98. Pelemahan juga terlihat pada SGX-CNBC China Growth yang merosot signifikan sebesar 2,52% ke posisi 1.514,009.

Berbeda dengan mayoritas bursa Asia lainnya, pasar saham Australia justru berhasil menguat tipis. Indeks S&P/ASX 200 naik 0,18% dan ditutup pada level 8.764,20. Pergerakan ini berlawanan dengan tren penurunan regional yang terjadi sepanjang hari.

Beberapa bursa utama lainnya tercatat tidak mengalami perubahan atau berada pada posisi tetap (UNCH). Indeks Hang Seng (HSI) berada di level 22.671,86. Nifty 50 India di posisi 24.056 dan bursa Malaysia tetap di level 1.667,74.

Indeks Taiwan juga terpantau stabil di angka 44.571,76. Selain itu, bursa China melalui indeks Shanghai dan Shenzhen masing-masing bertahan pada level 4.027,265 dan 15.782,223. Indeks SET Thailand juga tidak mencatatkan perubahan di level 1.542,34.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Saham Minyak Rontok, Bursa Eropa Kompak Berakhir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

S&P 500 Futures Stagnan Saat Raksasa Teknologi Kompak Memerah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Pergerakan kontrak berjangka (futures) S&P...

Wall Street Bervariasi: Dow Jones Cetak Rekor, Nasdaq Tertekan Saham Apple

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru