spot_img

Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas, Stock Futures dan Harga Minyak Kompak Menanjak

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Stock futures AS merangkak naik pada perdagangan Minggu (28/6/2026) waktu setempat atau Senin (29/6/2026). Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) setelah serangan terbaru di Timur Tengah. Eskalasi ini mengancam akan memperpanjang durasi perang.

Mengutip CNBC, indeks berjangka Dow Jones Industrial Average naik 124 poin atau 0,2%. Indeks berjangka S&P 500 juga terangkat 0,4%.

Adapun indeks berjangka Nasdaq-100 mengalami kenaikan sebesar 0,5%. Di sisi lain, harga minyak mentah juga ikut mendaki seiring kekhawatiran gangguan pasokan energi.

AS menyerang target militer Iran selama akhir pekan kemarin. Langkah ini merupakan balasan atas serangan Teheran di sepanjang Selat Hormuz. Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan Iran melalui unggahan di media sosial Truth Social.

“Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pesisir, karena melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, LAGI!” tulis Trump.

Seorang sumber dari Pakistan yang terlibat dalam pembicaraan damai memberikan informasi terbaru. Ia menyebut negosiasi penghentian perang saat ini sedang ditunda. Meski begitu, semua pihak tetap menempatkan perwakilan di Swiss untuk melanjutkan diskusi sewaktu-waktu.

Harga minyak mentah ikut merespons situasi tersebut pada perdagangan Minggu pagi. Minyak mentah internasional jenis Brent naik 0,8% menjadi 72,57 USD per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 1,1% ke level 70 USD per barel.

Bursa saham Wall Street sendiri baru saja melewati pekan yang bervariasi. Investor terlihat mulai keluar dari saham teknologi dan pindah ke sektor lain.

S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun hampir 2% dan 4,6% pada pekan lalu. Saham Nvidia dan Alphabet anjlok lebih dari 8%. Saham Meta Platforms, Apple, dan Amazon juga merosot lebih dari 4%, sedangkan SpaceX terjun bebas 17%.

Indeks Dow Jones yang tidak terlalu banyak terpapar saham teknologi justru naik 0,6%. Saham Merck dan Johnson & Johnson memimpin kenaikan dengan penguatan masing-masing 13% dan 11,5%.

Ed Yardeni, Presiden Yardeni Research, memberikan analisanya terkait fenomena ini. Ia menyebut investor sedang jenuh dengan isu kecerdasan buatan atau AI.

“Investor tampaknya mengalami Kelelahan AI. Mereka mempertanyakan apakah pengeluaran besar-besaran perusahaan raksasa untuk infrastruktur AI akan membuahkan hasil. Mereka khawatir teknologi baru akan dengan cepat membuat teknologi saat ini menjadi usang dalam proses yang dikenal sebagai ‘penghancuran kreatif’,” tulis Ed.

Pekan ini akan menandai akhir perdagangan bulan Juni. Hingga penutupan Jumat lalu, S&P 500 turun 3% selama bulan ini. Nasdaq jatuh lebih dari 6%, sementara Dow Jones berhasil naik lebih dari 1%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kontrak Berjangka Saham AS Bergerak Datar

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Harga Emas Kian Tertekan, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot pada akhir...

Harga Minyak Dunia Kembali Menguat

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia menguat pada akhir...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru