Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Putrasakti Mandiri, salah satu pemegang saham pengendali PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) menambah kepemilikan saham dengan memborong sebanyak 700 ribu saham melalui transaksi pembelian di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Agustus 2026, transaksi tersebut dilakukan pada 4 Agustus 2026 dengan harga Rp451 per saham.
Setelah transaksi, kepemilikan Putrasakti Mandiri di KDTN meningkat dari 448,9 juta saham atau 35,91% menjadi 449,6 juta saham atau setara 35,97% dari total saham perseroan.
Dalam laporan tersebut disebutkan transaksi dilakukan melalui mekanisme pembelian biasa. Status kepemilikan saham tercatat sebagai kepemilikan langsung.
Perusahaan juga menegaskan transaksi tersebut dilakukan untuk restrukturisasi kepemilikan saham dalam kelompok usaha. Putrasakti Mandiri tetap berstatus sebagai pengendali KDTN dan menyatakan akan mempertahankan pengendalian atas perseroan.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...