spot_img

RANS Siap Gelar Festival Musik Sekelas Coachella dan Jajaki Konser K-Pop

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menyiapkan langkah besar pasca melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).  Perseroan membuka peluang membangun festival musik dan hiburan berkelas dunia yang berkelanjutan, bahkan tidak menutup kemungkinan menggandeng agensi besar di Korea Selatan dan menghadirkan artis K-Pop ke Indonesia.

Apalagi, RANS memang dikenal telah membangun hubungan erat dengan raksasa hiburan Korea Selatan, SM Entertainment. Keduanya kerap membuat berbagai kolaborasi ikonik yang sering viral di media sosial. Kerja sama ini antara lain kunjungan artis-artis besar seperti Siwon Choi dari Super Junior ke kediaman Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Andara. Ada juga momen hangat saat unit grup NCT DoJaeJung ikut serta dalam tradisi potong tumpeng di rumah baru RANS.

Rencana tersebut diungkapkan manajemen RANS ketika ditanya awak media dalam konferensi pers usai pencatatan perdana saham Perseroan di Main Hall BEI, Jumat (10/7/2026).

Direktur Utama PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk, Nagita Slavina Mariana Tengker, mengatakan bisnis konser akan menjadi salah satu fokus pengembangan Perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

“Terkait konser, sesuai prospektus memang kita akan menjalankan beberapa konser di tahun ini dan tiga tahun ke depan,” kata Nagita.

Menurut Nagita, Perseroan tetap terbuka untuk berbagai peluang kerja sama, termasuk dengan mitra internasional, selama dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

“Kita terbuka terhadap opsi-opsi yang lebih baik, terutama kalau memang itu bisa memberikan nilai tambah terhadap pemegang saham,” ujar Nagita.

Lebih lanjut, RANS tidak ingin hanya menyelenggarakan konser satu kali, melainkan membangun sebuah intellectual property (IP) yang berkelanjutan.

“Kita memilih untuk membuat konser-konser bukan one time, tapi yang kita harapkan adalah membangun event yang bisa berkelanjutan,” katanya.

Nagita kemudian menyinggung konsep festival musik kelas dunia seperti Coachella sebagai salah satu inspirasi.

“Ya tadi seperti Pak Tanto bilang ya, hal-hal Coachella gitu ya. Tapi memang kita penginnya bikin sesuatu yang bisa berkelanjutan sehingga itu akan memberikan nilai tambah terhadap perusahaan dan lebih sustain ke depannya,” ujar Nagita.

Ingin Bangun Coachella Versi Indonesia

Coachella Valley Music and Arts Festival merupakan festival musik dan seni tahunan yang digelar di Indio, California, Amerika Serikat. Festival tersebut dikenal sebagai salah satu event musik paling bergengsi di dunia. Coachella menghadirkan musisi papan atas lintas genre, mulai dari pop, rock, hip hop hingga EDM. Selain pertunjukan musik, festival tersebut juga menjadi pusat tren gaya hidup dan fesyen global.

Managing Director Emtek Group sekaligus CEO Emtek Media dan Vidio, Sutanto Hartono, menilai model bisnis seperti Coachella memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia.

Menurut dia, event semacam itu tidak hanya menghasilkan pendapatan dari konser, tetapi juga menciptakan intellectual property yang memiliki nilai ekonomi jangka panjang.

“Coachella ini satu IP yang luar biasa, di mana hanya melakukan dua akhir pekan event setiap tahun tetapi revenuenya bisa sampai ratusan juta dolar,” kata Sutanto.

Ia mengatakan RANS memiliki peluang untuk mengembangkan model bisnis serupa karena didukung kreativitas yang tinggi dan basis penggemar yang sangat besar.

“RANS mempunyai potensi seperti itu. Kita yakin ini akan berkembang lebih bagus lagi,” ujarnya.

Sutanto menjelaskan alasan Emtek berinvestasi di RANS sejak 2021 bukan semata-mata karena popularitas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Menurut dia, yang menjadi daya tarik utama adalah kemampuan RANS dalam mengubah ide kreatif menjadi bisnis yang menghasilkan pendapatan.

“Yang kita anggap luar biasa adalah tidak hanya kreatif, tetapi ide kreatif itu bisa menghasilkan monetisasi,” katanya.

Ia mencontohkan keberhasilan RANS membangun IP melalui event Lagi-Lagi Tenis yang berhasil menarik jutaan penonton dan sponsor.

“Lagi-Lagi Tenis terbukti tidak hanya ditonton jutaan orang, tetapi juga menghasilkan sponsor yang luar biasa,” ujar Sutanto.

Menurut dia, kemampuan membangun intellectual property menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

Dana IPO untuk Ekspansi

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan melepas sebanyak 2,525 miliar saham atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp170 per saham.

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, mengatakan sebagian besar dana IPO akan digunakan untuk memperkuat bisnis yang memiliki keberlanjutan jangka panjang.

“Penggunaan dana akan sebagian besar untuk melakukan kegiatan-kegiatan pentas, off air lokal maupun internasional,” kata Darwin.

Berdasarkan prospektus, sekitar 37,61% atau setara Rp161,5 miliar akan digunakan untuk penyelenggaraan konser dan event.

Kemudian sekitar 19,80% atau Rp85 miliar dialokasikan untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia.

Selanjutnya, sekitar 18,64% atau Rp80 miliar digunakan untuk pengembangan wahana bermain dan edukasi Cipungland. Perseroan juga mengalokasikan Rp35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi.

Selain itu, sekitar Rp29,95 miliar akan digunakan untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi dan Rp37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

Darwin menilai diversifikasi bisnis tersebut penting agar keberlangsungan Perseroan tidak hanya bergantung pada popularitas individu.

“Basisnya tetap pada ketenaran individu, tapi turunannya atau diversifikasi dari jasa-jasa itu penting untuk punya keberlangsungan yang panjang,” katanya.

Menurut dia, intellectual property menjadi aset utama yang akan menopang pertumbuhan RANS ke depan.

“Ini sumber daya manusia yang kreativitas sangat penting. Dan kreativitas ini dilindungi dengan Hak Kekayaan Intelektual,” ujar Darwin.

Didukung Basis Penggemar Besar

Sutanto mengungkapkan RANS saat ini memiliki basis pengikut yang sangat besar di berbagai platform media sosial.

Jika seluruh pengikut dan pelanggan digital digabungkan, jumlahnya telah mencapai lebih dari 150 juta akun.

“Kalau kita kumpulkan semua followers dan subscriber dari semua platform, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 150 juta. Itu prestasi yang luar biasa,” kata Sutanto.

Namun, menurut dia, ukuran sebuah perusahaan publik tidak hanya ditentukan oleh popularitas, melainkan kemampuan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Karena itu, penguatan bisnis live entertainment, pengembangan intellectual property, serta diversifikasi sumber pendapatan menjadi fokus utama RANS setelah menjadi perusahaan terbuka.

Pada perdagangan perdana, saham RANS langsung menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Perseroan juga mengungkapkan penawaran saham perdana mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kacamatamoo Perkuat Ekosistem Vision Care, Gandeng Vio Optical Clinic dan Ekspansi ke Asia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kacamatamoo Group memperkuat transformasinya dari perusahaan...

BEI Kantongi Pipeline 28 Emisi Obligasi, Sektor Infrastruktur Mendominasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 28 emisi...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru