STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pratama Widya Tbk (PTPW) memberikan penjelasan terkait pergerakan harga saham perusahaan yang bergerak fluktuatif. Penjelasan ini merupakan jawaban atas surat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 25 Juni 2026.
Manajemen menegaskan tidak ada informasi atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik. Hal ini disampaikan melalui surat tanggapan atas volatilitas transaksi efek perusahaan.
Direktur Pratama Widya, Cyrilus Winatama, menyatakan perusahaan tidak mengetahui adanya informasi yang dapat memengaruhi nilai efek. Kondisi ini juga berlaku bagi keputusan investasi pemodal.
“Tidak ada informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015,” ujar Cyrilus dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (28/6/2026).
Cyrilus menambahkan manajemen juga tidak mengetahui adanya fakta material yang memengaruhi harga saham sesuai ketentuan bursa. Sampai saat ini, operasional perusahaan berjalan normal.
Terkait aktivitas pemegang saham, pemilik saham utama dilaporkan tidak melakukan perubahan kepemilikan. Mereka juga tidak menjaminkan saham yang dimiliki.
“Pemegang Saham Utama tidak melakukan aktivitas perubahan kepemilikan dan tidak menjaminkan saham Perseroan,” kata Cyrilus.
Untuk pemegang saham lainnya, perusahaan mengaku tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan. Pihak PTPW juga memastikan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat.
Rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham di bursa dipastikan nihil. Setidaknya hal ini berlaku untuk jangka waktu tiga bulan ke depan.
Cyrilus menjelaskan pemegang saham utama memiliki komitmen tinggi terhadap perusahaan. Mereka terpantau tetap mempertahankan kepemilikan saham sejak masa penawaran umum perdana atau IPO.
“Pemegang Saham Utama selalu berkomitmen mempertahankan kepemilikan sahamnya di Perseroan, terlihat dari history jumlah saham yang dimiliki dan tidak pernah melepas saham Perseroan sejak IPO tanggal 7 Februari 2020,” ungkap Cyrilus.
Pihak manajemen juga menegaskan tidak ada informasi penting lainnya yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan. Semua data material telah disampaikan sesuai aturan keterbukaan informasi.
Perusahaan berjanji akan segera melaporkan kepada publik jika terdapat rencana aksi korporasi di masa depan. Hal ini dilakukan guna memenuhi ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku di pasar modal.
Laporan ini ditandatangani oleh Cyrilus selaku Direktur pada 27 Juni 2026. Data ini juga telah disampaikan melalui sistem pelaporan elektronik BEI oleh Fredy Arya Bimantara dari bagian Accounting.
Harga Saham
Berdasarkan data perdagangan, saham PTPW bergerak cukup liar sepanjang 22–26 Juni 2026. Pada Senin (22/6/2026), saham ditutup pada level Rp970 dengan nilai transaksi hanya Rp11,48 juta.
Lonjakan drastis mulai terjadi pada Selasa (23/6/2026). Harga saham melejit 24,74% atau naik 240 poin ke posisi Rp1.210 per saham. Nilai transaksinya pun meningkat menjadi Rp421,22 juta.
Puncak kenaikan terjadi pada Rabu (24/6/2026). Saham PTPW kembali terbang 24,79% ke level Rp1.510. Volume perdagangan pada hari itu mencapai 9,21 juta saham dengan nilai transaksi Rp12,92 miliar.
Namun, pada Kamis (25/6/2026), harga saham mulai turun 7,28% ke posisi Rp1.400. Nilai transaksi pada hari tersebut tercatat paling besar mencapai Rp20,8 miliar.
Tren penurunan berlanjut hingga akhir pekan, Jumat (26/6/2026). Saham PTPW terkoreksi 2,14% dan parkir di level Rp1.370 per saham. Nilai transaksi pada penutupan pekan ini tercatat sebesar Rp2,00 miliar.
Dalam setahun terakhir, harga saham PTPW bergerak cukup dinamis. Level tertinggi dalam 52 minggu terakhir berada di Rp1.570 per lembar. Sementara itu, level terendah dalam periode yang sama ada di posisi Rp900 per lembar.
PTPW tercatat memberikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Imbal hasil dividen atau dividend yield perusahaan tercatat sebesar 0,42%. Adapun jumlah dividen triwulan yang dibagikan sebesar Rp1,44 per lembar saham.

