Senin, Januari 12, 2026
24.1 C
Jakarta

BTN Syariah Raih Penghargaan Bank Islam Terbaik di Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN kembali meraih penghargaan prestisius di ajang Euromoney Islamic Finance Award, kali ini sebagai Indonesia Best Domestic Islamic Bank. Penghargaan ini diberikan kepada BTN Syariah atas komitmennya dalam mendukung perumahan berkelanjutan dan inisiatif lingkungan.

Menurut Hirwandi Gafar, Direktur Consumer BTN, penghargaan ini merupakan pencapaian penting bagi BTN Syariah dalam proses transformasi menjadi Bank Umum Syariah pada tahun 2025 mendatang. “Penghargaan ini merupakan suatu pencapaian bagi BTN Syariah dalam proses transformasinya menjadi Bank Umum Syariah pada tahun 2025 mendatang,” katanya, akhir pekan lalu.

Euromoney memberikan penilaian tertinggi pada BTN dan BTN Syariah karena peran pentingnya dalam mendukung program perumahan nasional, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai distributor utama Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi pemerintah di Indonesia, BTN mendapat lebih dari 70% alokasi pemerintah, menambah kuota sebesar 167.346 unit atau sekitar Rp26 triliun pada tahun 2023.

Di era digitalisasi, BTN berhasil menciptakan ekosistem digital mortgage yang komprehensif. Peningkatan pengguna aktif perbankan seluler mencapai 50% dari tahun ke tahun, sementara pengajuan KPR melalui situs web BTN Properti dan aplikasi pendukungnya meningkat 56%. Layanan digital proyek perumahan yang terdaftar juga mengalami kenaikan sebesar 55%.

BTN juga menonjolkan komitmennya terhadap ekonomi keberlanjutan, dengan menerapkan inisiatif ramah lingkungan seperti pemasangan panel surya di kantornya dan bergabung dengan organisasi seperti Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) dan Inisiatif Pembiayaan Program Lingkungan PBB (UNEPFI).

Dalam masa transisi menjadi Bank Umum Syariah (BUS), BTN Syariah memperkuat pondasi bisnis dengan sejumlah strategi, termasuk menurunkan kredit bermasalah, meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta penyaluran kredit perumahan dan kredit ke UMKM.

“Tahun 2023 merupakan tahun yang penting karena pada masa tersebut, BTN Syariah melakukan banyak inovasi dengan merilis produk pembiayaan baru seperti pembiayan multimanfaat refinancing atas aset, selain properti dengan mekanisme Musyarakah/syirkah dan Bai’i dan pembiayaan perumahan dengan cara penyediaan dana dalam rangka memindahkan hak guna/manfaat berdasarkan transaski sewa dengan opsi pemindahan kepemilikan atau selerti KPR rent to own, “kata Hirwandi.

Pondasi tersebut, tambah Hirwandi, tidak hanya akan memperkuat bisnis BTN Syariah ke depan tapi juga mendukung pemerintah dalam membangun perekonomian ekonomian syariah yang diproyeksikan BI dapat tumbuh sebesar 4,7-5,5% dan pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah diproyeksikan berada pada kisaran 10-12% pada tahun 2024.

“Pada masa transformasi BTN Syariah sedang mengembangkan program keuangan syariah yang mendukung program ekonomi syariah yang masuk dalam program utama BI, seperti memperluas dan memperbesar porsi pembiayaan di luar KPR, diantaranya UMKM, dan program pasar keuangan syariah seperti penerbitan SUKUK Tapera perdana pada tahun 2023 lalu,” kata Hirwandi

Pada kuartal I-2024, BTN Syariah mencatatkan laba bersih senilai Rp 164,1 miliar, tumbuh 56,1% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 105,1 miliar. Penyaluran pembiayaan meningkat 20% menjadi Rp 39,1 triliun dari Rp32,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara penghimpunan DPK naik 20,3% mencapai Rp 42,9 triliun. Aset BTN Syariah juga meningkat 17,9% menjadi Rp 54,8 triliun, ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp46,5 triliun.

Dengan pencapaian sebagai Best Domestic Islamic Bank di Indonesia, BTN Syariah diharapkan terus menunjukkan kinerja terbaiknya dalam mendukung perekonomian syariah di Indonesia, serta berperan lebih besar dalam mendukung perekonomian nasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kasus Gagal Bayar Dana Syariah Indonesia Capai Rp1,4 Triliun, OJK Buka Suara soal Dana Nasabah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendalami...

Targetkan Rp11 Triliun, Pemerintah Siap Lelang 8 Seri Sukuk Negara pada 13 Januari

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah Republik Indonesia akan menggelar lelang...

BTN Rampungkan Spin-off UUS ke Bank Syariah Nasional, Nilai Transaksi Rp5,56 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru