STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Emiten BUMN di bidang farmasi, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) telah menandatangani perjanjian pinjaman senilai Rp846 miliar dari induk usaha Perseroan yakni, PT Bio Farma (Persero) pada tanggal 31 Desember 2025.
Berdasarkan perjanjian tersebut, KAEF akan memberikan jaminan maksimal sebesar Rp775,2 miliar berupa aset tanah, bangunan, piutang dan persediaan atau setara dengan 120% dari Rp646 miliar atas pinjaman Biofarma tersebut.
Manajemen KAEF dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, Selasa 6 Januari 2026 mengemukakan, perseroan saat ini tengah menghadapi tantangan pengelolaan modal kerja untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas. Dalam menghadapi tantangan tersebut, KAEF tengah melakukan Rencana Restrukturisasi Perusahaan (RRP). Langkah ini ditempuh untuk mengupayakan stabilitas keuangan dan mendukung pertumbuhan bisnisnya.
Adapun strategi yang ditempuh Perseroan, yaitu melalui mekanisme pinjaman pemegang saham atau shareholder loan (SHL). Alternatif sumber pendanaan ini akan diperoleh Perseroan melalui pinjaman pemegang saham atau shareholder lian (SHL) sebesar Rp846 miliar dari PT Bio Farma (Persero).
Menurut Manajemen, dengan pinjaman pemegang saham tersebut, KAEF diharapkan akan memperoleh dana kas untuk pemenuhan modal kerja, pelunasan kewajiban operasional, dan kebutuhan lainnya untuk keberlangsungan perseroan jangka pendek.
Pinjaman ini untuk memenuhi operasional inti yang berdampak langsung pada produksi dan penjualan, memenuhi kebutuhan pembayaran terkait regulasi, dan penyelesaian hutang dagang dan pembayaran utang operasional.
Saat ini, KAEF telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menunjang transformasi secara berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Transformasi ini dijalankan melalui enam pilar strategi, yaitu ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan (GCG), dan sinergi antar entitas dalam grup.
Seperti diketahui, hingga kuartal III 2025, KAEF masih menderita rugi bersih Rp234,11 miliar, turun 57% dibanding rugi Rp550,84 miliar pada kuartal III 2024. Penjualan bersih Perseroan turun 10,8% menjadi Rp7,01 triliun pada kuartal III 2025, dari Rp7,86 triliun pada periode yang sama 2024.
Dari sisi neraca keuangan, Kimia Farma (KAEF) memiliki total aset sebesar Rp14,91 triliun per 30 September 2025, turun tipis dibandingkan Rp14,97 triliun per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per 30 September 2025, masing-masing Rp11,72 triliun dan Rp3,19 triliun. (konrad)
