STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham Senin (02/3/2026). Berdasarkan data RTI Business, IHSG anjlok 218,652 poin atau terpangkas 2,65% ke level 8.016,833.
IHSG pada awal Maret 2026 ini dibuka di level 8.092,905, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.235,49. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level terendah harian di posisi 8.016,833.
Turunnya IHSG hari ini dipicu oleh harga saham 671 emiten yang berakhir melemah. Sementara sebanyak 108 emiten ditutup naik dan 41 saham emiten tidak mengalami perubahan harga pada Senin (02/3/2026)
Total volume perdagangan mencapai 56,605 miliar saham dengan nilai transaksi Rp29,836 triliun dan frekuensi 3.652.154 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.370.714 triliun, turun dibandingkan Jumat (27/2/2026) sebesar Rp14.816.737 triliun.
Saham-saham unggulan (bluechip) yang berakhir melemah di antaranya adalah BBCA jatuh 2,09% jadi Rp7.025 per saham. TLKM turun 2,54% jadi Rp3.450, UNVR turun 5,46% jadi Rp2.550, ASII tertekan 5,62% jadi Rp6.300 per unit.
Selain itu, saham BUMI turun 3,88% jadi Rp248 per saham. BMRI turun 3,79% jadi Rp5.075, BBRI turun 2,30% jadi Rp3.820, BIPI turun 8,16% jadi Rp270, dan DEWA turun 4,76% ke harga Rp500 per saham.
Sedangkan harga saham ADRO naik 2,99% jadi Rp2.410 per saham. BRMS naik 4,12% jadi Rp1.010, ESSA naik 12,40% jadi Rp725, AADI naik 7,03% jadi Rp9.900, ARCI naik 6,12% jadi Rp1.995, dan ENRG naik 25% ke harga Rp2.200 per saham.
Mayoritas indeks Bursa Asia pada Senin (02/3/2026) ditutup melemah, kecuali indeks Shanghai ditutup menguat 0,47%. Sedangkan indeks Nikkei 225, Hang Seng dan Straits Times turun masing-masing 1,35%, 2,14% dan 2,09%.
