STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026) waktu setempat. Pergerakan ini dipicu oleh anjloknya saham sektor barang mewah serta sikap investor yang memantau perkembangan perang Amerika Serikat (AS)-Iran. Muncul pula harapan baru terkait prospek pembicaraan damai kedua negara tersebut.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,43% ke posisi 617,27. Mayoritas bursa dan sektor utama di kawasan tersebut berada di zona negatif. Indeks CAC 40 Perancis melemah 0,64% ke level 8.274,57. FTSE MIB Italia turun tipis 0,04% ke posisi 48.155,82.
Indeks FTSE 100 Inggris merosot 0,47% ke level 10.559,58. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol berkurang 0,55% ke level 18.185,80. Sebaliknya, indeks DAX Jerman menguat tipis 0,09% ke posisi 24.066,70.
Sektor barang mewah menjadi beban utama bagi pasar saham Perancis. Laporan kinerja keuangan beberapa merek ternama mengecewakan investor. Saham Kering terjun bebas 9,3% dan menjadi penghuni dasar indeks Stoxx 600.
Penurunan ini terjadi setelah penjualan merek terbesarnya, Gucci, berada di bawah ekspektasi. Kering juga membawahi merek Yves Saint Laurent, Bottega Veneta, dan Balenciaga. Perusahaan mencatat pendapatan ritel di Timur Tengah turun 11% pada kuartal pertama.
Saham Hermes juga anjlok 8,2% akibat pengaruh fluktuasi mata uang. Perusahaan melaporkan dampak negatif dari nilai tukar mencapai sekitar 290 juta Euro atau setara 295 juta USD terhadap pendapatan. Saham LVMH dan Christian Dior turut melemah terseret sentimen negatif sektor tersebut.
Investor juga terus mencermati arah konflik antara AS dan Iran. Harapan akan solusi diplomatik sempat membuat harga minyak dunia melandai. Sentimen ini sebelumnya sempat memberikan tenaga bagi pasar saham di Asia-Pasifik.
Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan adanya diskusi untuk putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran. Namun, jadwal resmi pertemuan tersebut belum ditentukan. Pejabat tersebut meminta identitasnya dirahasiakan saat membahas rencana internal pemerintah.
Presiden Donald Trump memberikan pernyataan terbaru mengenai peluang perdamaian. Hal ini ia sampaikan dalam wawancara dengan New York Post.
“Bisa saja terjadi selama dua hari ke depan,” ujar Trump terkait rencana pembicaraan baru antara AS dan Iran di Islamabad.
Selain isu geopolitik, investor juga mengevaluasi laporan keuangan sejumlah perusahaan besar lainnya. Beberapa emiten yang merilis kinerja pada hari Rabu antara lain produsen peralatan cip ASML, Hermes International, serta perusahaan tambang Antofagasta. Saham ASML sendiri ditutup turun tipis 0,29%.
