Meski Pasang Strategi Defensif, UNTR Tetap Agresif Buru Peluang Tambang Emas dan Nikel

STOCKWATCH.ID JAKARTA) – PT United Tractors Tbk (UNTR) menyiapkan strategi defensif guna menghadapi tantangan industri sepanjang 2026. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dan perubahan regulasi yang memengaruhi performa perseroan.

Iwan Hadiantoro, Presiden Direktur UNTR, menjelaskan performa perusahaan sedikit menurun pada tahun lalu. Laba bersih yang biasanya mampu dipertahankan pada level Rp20 triliun, kini turun ke kisaran Rp15 triliun.

Penurunan ini dipicu berbagai tantangan besar. Mulai dari konflik geopolitik hingga perubahan regulasi di Indonesia terkait dunia pertambangan. Faktor-faktor tersebut meliputi perubahan tarif royalti, pajak ekspor, hingga pengolahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

“Strategi yang kita jalankan tahun ini lebih sifatnya defensif. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk mengamankan bisnis-bisnis yang kita punya saat ini,” ujar Iwan dalam paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Meskipun menghadapi tekanan, UNTR tetap menjadi pemain besar di setiap industrinya. Pada segmen alat berat, market share Komatsu saat ini berada di level 20-21%. Sementara di sektor kontraktor penambangan, melalui Pama Persada dan KPP, perseroan memimpin pasar dengan share mencapai 47-48%.

Iwan memaparkan perseroan terus melakukan diversifikasi usaha ke sektor mineral dan energi. Hal ini dilakukan karena bisnis batu bara diperkirakan akan menurun dalam jangka panjang. Fokus utama dalam tujuh tahun terakhir telah dialihkan ke bidang pertambangan emas, nikel, dan energi terbarukan.

Hingga kini, UNTR telah memiliki lima unit bisnis utama. Sektor tersebut meliputi distribusi alat berat, kontraktor penambangan, konsesi tambang, konstruksi industri, dan energi. Beberapa langkah strategis yang sudah dilakukan antara lain akuisisi tambang emas Martabe dan tambang nikel STNI serta Stargate.

Teranyar, perseroan mengakuisisi tambang emas Duo di Sulawesi Utara. Di bidang energi, UNTR fokus pada pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui Arkora Hydro.

Perseroan tetap optimistis mencari peluang baru di sektor mineral maupun energi. Target ini menyasar pasar domestik hingga internasional dengan memanfaatkan kekuatan neraca keuangan perusahaan.

“Kita juga masih didukung oleh balance sheet-nya UT yang kuat, terus mencari peluang-peluang baru di sektor mineral maupun energi,” tandas Iwan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jadi Penyedia Platform Digital, JAST Dukung Peluncuran Layanan WhatsApp Pandawa BPJS Kesehatan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen  PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) menyatakan, dukungan...

OJK dan Kementerian Ekonomi Kreatif Perkuat Kolaborasi Pengembangan Inovasi Keuangan Digital Berbasis Web3

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru