Wall Street Cetak Rekor: Harapan Damai AS-Iran Kerek S&P 500 dan Nasdaq ke Level Tertinggi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street mencatatkan rekor baru pada penutupan perdagangan Rabu sore (15/4/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (16/4/2026) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq melonjak ke level tertinggi sepanjang masa. Investor merespons positif harapan berakhirnya perang Iran dalam waktu dekat.

Mengutip CNBC International, indeks S&P 500 (SPX) menguat 0,80% dan berakhir di posisi 7.022,95. Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi juga melesat 1,59% menjadi 24.016,02. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah tipis 72,27 poin atau 0,15% ke level 48.463,72.

Kenaikan Nasdaq menandai kemenangan beruntun selama 11 hari. S&P 500 juga mencatat performa positif dalam 10 dari 11 sesi terakhir. Sepanjang minggu ini, S&P 500 sudah naik 3%. Nasdaq melonjak hampir 5% dan Dow Jones bertambah lebih dari 1%.

Sentimen pasar terdorong oleh kemungkinan adanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Investor mulai optimistis ketegangan geopolitik akan mereda. Presiden Donald Trump menyebut perang Iran sangat dekat untuk berakhir. Trump mengklaim Iran sangat ingin membuat kesepakatan.

Saham Broadcom menjadi bintang pada sesi kali ini dengan kenaikan 4%. Penguatan ini terjadi setelah Meta Platforms memperluas kerja sama dengan Broadcom. Keduanya akan mengembangkan cip kustom menggunakan teknologi milik produsen cip tersebut.

Thomas Martin, Senior Portfolio Manager di Globalt Investments, memberikan analisanya terkait kondisi pasar. Ia melihat adanya perubahan strategi dari para investor.

“Pengaturan menjelang [perang] adalah peserta pasar telah mengurangi risiko sampai tingkat tertentu dalam antisipasi hal-hal mungkin menjadi buruk, dan kemudian saat itu tampak seperti mungkin kurang kemungkinannya, mereka perlu membeli,” ujar Martin kepada CNBC. “Orang tidak ingin ketinggalan pasar yang sedang naik.”

Pihak Gedung Putih kabarnya sedang mendiskusikan negosiasi tahap kedua antara Washington dan Teheran. Meski belum ada jadwal resmi, kabar ini memberikan angin segar bagi bursa. Pasar berekspektasi jalur perdagangan global akan kembali normal.

“Apakah akan ada kesepakatan yang memungkinkan Selat Hormuz dibuka dan berkurangnya retorika penghentian aliran barang? Pasar tampaknya mengatakan menurutnya itu akan terjadi,” tambah Martin.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perang Iran Hantam Ekonomi AS: Harga Energi Melambung, Pertumbuhan Mulai Tergerus

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Ekonomi Amerika Serikat (AS) mulai...

Sektor Barang Mewah Rontok, Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Harapan Damai AS-Iran Muncul, Bursa Saham Asia Kompak Menghijau

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru