STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajamen PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengumumkan, Perseroan memutuskan untuk menghentikan pembelian kembali saham atau buyback di BEI pada tanggal 16 April 2026. Pengakhiran buyback saham ini lebih cepat dari rencana semula yakni tanggal 2 Juni 2026.
Corporate Secretary ADRO Maharani Cindy Opssedha dalam keterangan, Kamis 16 April 2026 menjelaskan, keputusan penghentian buyback ini telah disampaikan oleh perseroan melalui surat resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini sejalan dengan ketentuan Peraturan OJK No. 29 Tahun 2023 tentang pembelian kembali saham perusahaan terbuka.
Menurut Maharani, penghentian buyback saham ADRO dilakukan Perseroan agar tidak terjadi tumpang tindih dengan rencana program baru yang akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 17 April 2026. Adapun buyback 2025 mendapat persetujuan pemegang saham pada RUPST 2 Juni 2025 dengan periode maksimal 12 bulan hingga 2 Juni 2026.
Maharani mengatakan bahwa, perseroan memilih mengakhiri buyback lebih awal untuk memberi ruang bagi pelaksanaan buyback 2026 yang akan dimulai setelah persetujuan RUPST, yakni sejak 18 April 2026, dengan jangka waktu 12 bulan.
Dia pun menegaskan, penghentian buyback tahun 2025 tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha. Dengan begitu, ADRO pun tetap fokus untuk menjalankan aktivitas holding dan anak usaha di sektor pertambangan, jasa penunjang, perdagangan, transportasi, hingga energi dan industri.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Kamis 16 April 2026, saham ADRO ditutup di posisi Rp2.510, turun sekitar 0,40% dibanding sehari sebelumnya di Rp2.520 per unit. Selama periode sepekan, harga saham ADRO telah meningkat sebesar 2,86 % dari Rp2.440 per saham menjadi Rp2.510 per saham. (konrad)
