STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Leyand International Tbk (LAPD) tengah bersiap melakukan perombakan bisnis secara besar-besaran. Emiten ini berencana mendivestasi anak usaha sekaligus memburu target akuisisi baru. Restrukturisasi grup ini ditargetkan rampung pada tahun 2027 mendatang.
Rencana strategis ini terungkap dalam dokumen keterbukaan informasi perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (12/3/2026). Manajemen merespons langsung rentetan pertanyaan dari otoritas bursa terkait masuknya pemodal baru.
Fokus utama restrukturisasi ini mencakup rasionalisasi aset. LAPD siap melepas kepemilikan pada entitas anak. Langkah tegas ini diambil menyusul adanya unit bisnis yang dinilai melenceng dari arah perusahaan ke depan.
Salah satu entitas anak, PT Rusindo Eka Raya, kini masuk dalam radar evaluasi ketat. Kegiatan bisnis anak usaha ini dianggap tidak lagi sejalan dengan fokus utama perseroan.
“Oleh karena itu Perseroan kemungkinan akan melakukan divestasi terhadap PT Rusindo Eka Raya,” tegas Direktur Utama PT Leyand International Tbk, Jamal Abdul Nasir Bamadhaj.
Di sisi lain, manajemen tidak sekadar menjual aset. LAPD juga memburu perusahaan baru untuk diakuisisi. Aksi korporasi ini menjadi sangat krusial demi memperbaiki kinerja fundamental. Per akhir September 2025, perseroan masih menanggung beban akumulasi rugi hingga Rp451 miliar.
Perseroan menaruh harapan besar pada kehadiran PT JSI Sinergi Mas selaku pengendali baru. Kedua belah pihak kini aktif menjalankan sinergi strategis. Kolaborasi ini mencakup transfer teknologi, penguatan rantai pasok, hingga kolaborasi riset dan pengembangan (R&D).
Ke depan, LAPD bersiap banting setir merambah sektor energi dan pertambangan. Fokus incaran perseroan membidik komoditas mineral, pasir silika, hingga batu bara.
Langkah transisi menuju sektor tambang ini tentu membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) teknis yang mumpuni. Untuk menyiasati jurang perbedaan kompetensi, LAPD saat ini memanfaatkan tenaga ahli berpengalaman bawaan dari sang pengendali baru. Perseroan belum memiliki rencana untuk menggandeng mitra teknologi dari luar negeri.
“Studi kelayakan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan analisis internal sehingga belum dapat menyampaikan hasil final,” imbuh Jamal terkait progres bisnis tambang.
Fokus Pendanaan dan Penawaran Tender
Terkait dinamika pemegang saham, Layman Holdings Pte Ltd dipastikan sudah angkat kaki dari perseroan. Sebanyak lebih dari 72,36 juta lembar saham eks Layman kini berstatus sebagai saham masyarakat. Pengendali baru juga tercatat telah melepas 57,5 juta saham ke publik demi memenuhi kebutuhan dana operasional.
Saat ini, pengendali baru tengah menggelar proses Penawaran Tender Wajib (Tender Offer) kepada para pemegang saham publik. Harga penawaran tender dipatok pada level Rp50,21 per saham. Angka ini diambil dari rata-rata harga harian tertinggi saham selama 90 hari sebelum tanggal 28 Agustus 2025.
Nilai penawaran tender ini lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata tertimbang saat JSI Sinergi Mas melakukan proses pengambilalihan, yakni sebesar Rp45,17 per saham.
Dana segar untuk memuluskan penawaran tender ini berasal dari kantong pemegang saham pengendali baru. Fasilitas pendanaan ini berbentuk Shareholder Loan. Pinjaman langsung ini menguntungkan perseroan karena bebas bunga dan tanpa jaminan.
Ekspansi dan restrukturisasi perseroan tampaknya belum akan berhenti dalam waktu dekat. Manajemen LAPD mulai meracik strategi penggalangan dana tambahan di pasar modal dalam periode 12 bulan ke depan.
“Perseroan saat ini sedang mempertimbangkan rencana pelaksanaan penambahan modal melalui mekanisme private placement,” tutup Jamal.
