Laba COAL Terjun Bebas 87% di 2025, Pendapatan Amblas Separuh

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) mencatatkan penurunan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perseroan hanya membukukan laba bersih sebesar Rp4,33 miliar, anjlok 87,07% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp33,45 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, laba per saham dasar COAL ikut merosot tajam menjadi Rp1,01 per saham dari sebelumnya Rp7,80 per saham pada 2024.

Penurunan laba bersih sejalan dengan merosotnya penjualan neto Perseroan. Sepanjang 2025, COAL mencatatkan pendapatan sebesar Rp242,94 miliar, turun 50,03% secara year on year (yoy) dari Rp486,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Seluruh pendapatan Grup masih ditopang oleh penjualan batubara. Pelanggan utama yang berkontribusi lebih dari 10% terhadap total penjualan adalah Hineni Resources Pte Ltd sebesar Rp145,37 miliar (60%) dan PT Sentosa Laju Energy sebesar Rp84,46 miliar (35%).

Seiring penurunan pendapatan, beban pokok penjualan juga turun menjadi Rp192,62 miliar dari sebelumnya Rp405,06 miliar. Namun demikian, laba kotor tetap tergerus menjadi Rp50,32 miliar dibandingkan Rp81,10 miliar pada 2024.

Tekanan profitabilitas semakin besar akibat kenaikan beban keuangan yang meningkat menjadi Rp18,76 miliar pada 2025, dari Rp15,10 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, beban umum dan administrasi berhasil ditekan menjadi Rp24,29 miliar dari Rp26,67 miliar.

Dari sisi neraca, total aset COAL per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp803,02 miliar, turun tipis 0,60% dibandingkan Rp807,84 miliar pada akhir 2024. Aset lancar tercatat sebesar Rp321,01 miliar, sementara aset tidak lancar mencapai Rp482,02 miliar.

Total liabilitas juga mengalami penurunan menjadi Rp436,87 miliar dari Rp446,15 miliar pada 2024. Di sisi lain, total ekuitas meningkat tipis menjadi Rp366,16 miliar dibandingkan Rp361,69 miliar pada akhir tahun sebelumnya.

Hingga akhir 2025, Perseroan memiliki utang bank jangka pendek sebesar Rp195 miliar kepada PT Bank Central Asia Tbk yang digunakan sebagai modal kerja.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pendapatan Turun, Laba Bersih Bintang Samudera (BSML) Susut 26% pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk...

BEI Soroti Dampak Komisi 8% ke Laba GOTO, Ini Penjelasan Perusahaan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)...

Laba Bersih Atlantis Subsea (ATLA) Turun 40,95% Menjadi Rp621 Juta pada 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru