back to top

Rugi Bersih HOPE Menyusut 21,82% pada 2025, Pendapatan Melonjak 107%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) mencatat rugi bersih sebesar Rp17,91 miliar pada tahun buku 2025. Angka ini menyusut 21,82% dibanding rugi bersih Rp22,90 miliar pada 2024.

Menurut laporan keuangan per Desember 2025 yang dikutip Selasa (17/3/2026), pendapatan HOPE melonjak tajam 107,38% menjadi Rp40,49 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan Perseroan tercatat Rp19,52 miliar.

Penjualan karoseri kendaraan dan material menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp27,36 miliar. Pertumbuhan ini juga didorong lini bisnis baru dari entitas anak. Pendapatan sewa pertambangan menyumbang Rp8,20 miliar. Selain itu, jasa pertambangan memberikan kontribusi sebesar Rp4,30 miliar dan penjualan batu Rp636,17 juta.

Loncatan pendapatan ini tidak lepas dari aksi akuisisi PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) pada 30 Juli 2025. Sejak bergabung dalam Grup, TMMS berkontribusi memberikan pendapatan Rp13,13 miliar dan laba Rp2,67 miliar bagi laporan laba rugi konsolidasian.

Namun peningkatan pendapatan tersebut belum mampu membawa Perseroan mencetak laba. Pasalnya, seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan HOPE naik menjadi Rp45,19 miliar dari Rp28,53 miliar pada 2024.

Hal ini menyebabkan Perseroan masih mencatatkan rugi bruto Rp4,70 miliar. Namun, nilai rugi bruto ini menyusut dibandingkan rugi bruto 2024 sebesar Rp9,00 miliar.

Dari sisi operasional, beban usaha Perseroan tercatat Rp11,31 miliar pada 2025, meningkat dibanding Rp7,91 miliar pada 2024. Peningkatan ini didominasi gaji, bonus, dan tunjangan sebesar Rp6,25 miliar. Selain itu, beban keuangan juga naik menjadi Rp6,56 miliar dari Rp5,95 miliar.

Di sisi lain, Perseroan memperoleh tambahan kontribusi dari pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp3,79 miliar. Pos ini berbalik positif dibanding tahun sebelumnya yang mencatat beban lain-lain bersih Rp4,52 miliar. Perbaikan tersebut turut membantu menekan kerugian Perseroan.

Sebelum pajak, Perseroan mencatat rugi Rp18,78 miliar pada 2025, membaik dibanding rugi Rp27,38 miliar pada 2024. Setelah memperhitungkan manfaat pajak sebesar Rp877,89 juta, rugi bersih tahun berjalan tercatat Rp17,91 miliar.

Dari sisi neraca keuangan, total aset HOPE meroket 145,28% menjadi Rp407,78 miliar per 31 Desember 2025. Posisi ini jauh melampaui total aset akhir tahun 2024 sebesar Rp166,25 miliar. Kenaikan aset didorong nilai aset tetap yang melonjak menjadi Rp188,46 miliar dari sebelumnya Rp62,01 miliar.

Jumlah liabilitas Perseroan juga meningkat signifikan menjadi Rp270,57 miliar dari posisi Desember 2024 sebesar Rp74,01 miliar. Sementara itu, total ekuitas Perseroan tumbuh menjadi Rp137,21 miliar dari sebelumnya Rp92,24 miliar.

Peningkatan posisi neraca ini terutama dipengaruhi masuknya aset dan kewajiban dari entitas anak yang baru diakuisisi. HOPE kini memiliki pengendalian penuh atas kebijakan keuangan dan operasional TMMS melalui kesepakatan para pemegang saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pendapatan Bakrieland Development (ELTY) Naik 16%, Rugi Bersih Susut 58,7% pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat...

Laba Vale Indonesia (INCO) Melonjak 31,68% jadi USD 76,06 Juta Sepanjang 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencetak...

BNI Tambah Kredit Rp10 Triliun ke Pegadaian, Total Pembiayaan Tembus Rp25,1 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru