Daftar 35 Orang Terkaya RI: Prajogo Pangestu Teratas, Kekayaan Rp361 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Prajogo Pangestu kembali mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia. Pengusaha sektor petrokimia dan energi ini mencatatkan lonjakan kekayaan pada awal Mei 2026. Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires yang dikutip Minggu (3/5/2026), kekayaannya mencapai USD 20,9 miliar.

Jika dikonversi ke rupiah dengan asumsi kurs Rp17.300 per dolar AS, total harta Prajogo menembus Rp361,57 triliun. Angka ini menempatkannya di peringkat 129 orang terkaya dunia. Bisnis petrokimia dan energi menjadi sumber utama pertumbuhan kekayaannya.

Posisi kedua ditempati Low Tuck Kwong. Pengusaha batu bara tersebut memiliki kekayaan USD 16,5 miliar atau setara Rp285,45 triliun, dan berada di peringkat 170 dunia.

Di urutan ketiga, R. Budi Hartono mencatatkan kekayaan USD 15,8 miliar atau sekitar Rp273,34 triliun. Bos sektor perbankan dan tembakau ini menempati posisi 179 dalam daftar miliarder global.

Sementara itu, Anthoni Salim berada di posisi keempat dengan kekayaan USD 11,9 miliar atau setara Rp205,87 triliun. Di posisi kelima, Tahir bersama keluarganya mengantongi harta USD 9,7 miliar atau sekitar Rp167,81 triliun.

Fenomena menarik datang dari sektor pusat data. Otto Toto Sugiri menempati peringkat ketujuh dengan kekayaan USD 8,4 miliar atau Rp145,32 triliun. Rekan bisnisnya, Marina Budiman, berada di posisi kedelapan dengan harta USD 6 miliar atau setara Rp103,8 triliun.

Laporan Forbes menyebut, “Prajogo Pangestu menduduki peringkat 129 dunia dengan kekayaan USD 20,9 miliar dari industri petrokimia dan energi.”

Sumber Data: Forbes Real Time Billionaires

Nama-nama lama juga masih bertahan di jajaran elite. Sri Prakash Lohia memiliki kekayaan USD 8,8 miliar dari sektor petrokimia. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono tercatat mengantongi USD 5,3 miliar dari bisnis kelapa sawit dan pertambangan nikel.

Di sektor manufaktur, Haryanto Tjiptodihardjo memiliki kekayaan USD 5 miliar atau sekitar Rp86,5 triliun. Theodore Rachmat menyusul dengan harta USD 4,9 miliar dari berbagai lini usaha.

Selanjutnya, Chairul Tanjung dan Sukanto Tanoto masing-masing memiliki kekayaan USD 4,6 miliar dan USD 4,3 miliar. Agoes Projosasmito mencatatkan USD 3,9 miliar, setara dengan Han Arming Hanafia dari sektor pusat data.

Dari sektor kelapa sawit, Martua Sitorus memiliki kekayaan USD 3,6 miliar. Wirastuty Fangiono mencatatkan USD 1,7 miliar, sementara Bachtiar Karim memiliki USD 1,6 miliar. Bahari Karim dan Burhan Karim masing-masing mengantongi USD 1,3 miliar.

Daftar ini ditutup oleh Hary Tanoesoedibjo pada peringkat ke-31 dengan kekayaan USD 1,1 miliar atau sekitar Rp19,03 triliun.

Secara keseluruhan, daftar tersebut menunjukkan dominasi sektor energi, perbankan, dan teknologi pusat data dalam peta ekonomi Indonesia sepanjang 2026.

Pergerakan nilai kekayaan para miliarder ini sangat dipengaruhi fluktuasi harga saham dan kinerja perusahaan di pasar modal.

Peringkat kekayaan ini bersifat sangat dinamis. Forbes menggunakan metodologi pelacakan waktu nyata (real-time). Nilai kepemilikan saham publik diperbarui setiap 5 menit saat pasar saham buka.

“Platform pelacakan kekayaan ini memberikan pembaruan berkelanjutan mengenai kekayaan bersih dan peringkat setiap individu,” tulis metodologi Forbes.

Bagi mereka yang memiliki perusahaan swasta, nilai kekayaan diperbarui sekali sehari. Jika kepemilikan perusahaan swasta mencapai 20% atau lebih dari kekayaan bersih, nilainya disesuaikan dengan indeks pasar industri spesifik. Hal ini memastikan data tetap akurat mengikuti fluktuasi pasar global.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Master Print (PTMR) Melonjak 154%, Tembus Rp4,25 Miliar di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Master Print Tbk (PTMR) membukukan...

Transaksi Luar Negeri Melonjak 137%, Bank Mandiri Ekspansi QR ke Tiongkok

STOCKWATCH (JAKARTA) – Bank Mandiri memperluas jangkauan layanan QR...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru