STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (17/4/2026) waktu setempat. Pergerakan ini menyusul pernyataan Iran untuk tetap membuka Selat Hormuz sepenuhnya bagi lalu lintas komersial.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 1,56% ke posisi 626,58. Seluruh bursa utama dan sebagian besar sektor berakhir di zona positif. Indeks CAC 40 Perancis menguat 1,97% ke level 8.425,13. FTSE MIB Italia melonjak 1,75% ke posisi 48.869,43.
Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,73% ke level 10.667,63. DAX Jerman tumbuh 2,27% ke posisi 24.702,24. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 2,18% ke level 18.484,50.
Pembalikan arah pasar yang dramatis ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal akhir perang sudah terlihat. Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku sejak Kamis. Hal ini turut mendongkrak sentimen investor di pasar ekuitas global.
Trump menyatakan dalam sebuah acara di Las Vegas perang “seharusnya segera berakhir.” Ia menambahkan operasi di Iran “berjalan lancar.”
Sektor perjalanan dan rekreasi memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 4,7%. Saham maskapai penerbangan melonjak tajam. Saham easyJet ditutup naik hampir 6,1% dan Wizz Air melesat 7,6%.
International Consolidated Airlines Group (IAG) yang membawahi British Airways mencatat kenaikan 6,2%. TUI yang terdaftar di bursa Frankfurt menguat lebih dari 5,4%. Maskapai Jerman Lufthansa berakhir 5,6% lebih tinggi sekaligus menghapus kerugian pada pagi hari.
Saham minyak dan gas menjadi pengecualian dengan ditutup turun 4,2%. Harga minyak mentah Brent merosot 10,6% menjadi USD 88,85 per barel. Di AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 12% ke posisi USD 82,88 per barel.
Di London, saham BP anjlok 7,4% dan Shell turun 5,6%. Perusahaan energi Norwegia Vår Energi berakhir 6,2% lebih rendah. Penurunan ini terjadi setelah berita pembukaan Selat Hormuz membuat harga minyak berbalik turun.
Raksasa telekomunikasi Swedia Ericsson melaporkan laba operasional kuartal pertama sebesar 5,2 miliar krona Swedia atau sekitar USD 570 juta. Angka ini sedikit di bawah ekspektasi analis sebesar 5,4 miliar krona. Saham Ericsson ditutup melemah 3,7%.
Saham pembuat kereta api Perancis Alstom anjlok 27%. Perusahaan menarik panduan keuangan dan memberitahu investor mereka akan meleset dari target laba. Citi memberikan catatan terkait kondisi ini kepada investor.
“Meskipun sudah ada kekhawatiran investor setelah pesan pra-penutupan awal bulan ini CEO baru Martin Sion mungkin menarik panduan, prospek awal lebih buruk,” tulis Citi.
