Harga Patokan Mineral Baru Berlaku, Bos UNTR Sebut Tambang Nikel Stargate Diuntungkan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT United Tractors Tbk (UNTR) menyambut positif pemberlakuan formula baru Harga Patokan Mineral (HPM) nikel. Kebijakan ini dinilai memberikan keuntungan bagi kinerja sektor hulu pertambangan perseroan.

Iwan Hadiantoro, Presiden Direktur UNTR, menjelaskan simulasi awal terkait aturan tersebut. Secara teori, kebijakan ini merubah perhitungan harga bijih nikel secara signifikan. Perubahan mencolok terlihat pada jenis bijih nikel limonit.

Pemerintah kini memasukkan unsur mineral ikutan seperti kobalt dalam formula harga. Hal ini memicu kenaikan harga bijih nikel limonit. Iwan memproyeksikan harga bisa melonjak dari kisaran USD 7 menjadi USD 12 hingga USD 13 per ton.

Bisnis nikel UNTR dijalankan melalui PT Stargate Pasific Resources. Saat ini, entitas tersebut masih berada pada tahap awal operasi. Fokus utamanya adalah penjualan bijih nikel (ore).

Kenaikan harga bijih nikel justru memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Keuntungan di sektor hulu akan meningkat seiring melonjaknya harga jual produk mereka. Iwan menilai dampak terhadap Stargate saat ini tergolong minimal bahkan cenderung positif.

“Nikel mining sector itu akan diuntungkan dengan kenaikan harga ore. Impact terhadap Stargate itu masih minimal, bahkan mungkin upside,” ujar Iwan dalam paparan publik usai RUPST Perseroan di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

UNTR juga tengah membangun fasilitas pengolahan RKEF (Rotary Kiln-Electric Furnace) untuk bahan baku stainless steel.  Sebagai informasi, RKEF adalah metode pirometalurgi utama di Indonesia untuk mengolah bijih nikel saprolit (kadar tinggi) menjadi ferronickel (FeNi) atau Nickel Pig Iron (NPI). Produk RKEF ini merupakan bahan baku utama pembuatan stainless steel (baja tahan karat) yang beroperasi terintegrasi, khususnya di kawasan industry. Fasilitas RKEF UNTR ini menggunakan bijih nikel jenis saprolit. Iwan menegaskan harga saprolit tidak terlalu terpengaruh oleh formula baru tersebut.

Di sisi lain, fasilitas HPAL (High Pressure Acid Leaching) untuk bahan baku baterai menggunakan jenis limonit. HPAL adalah metode pengolahan nikel secara hidrometalurgi. HPAL dirancang untuk mengolah bijih nikel laterit berjenis limonit, yang biasanya memiliki kadar nikel lebih rendah namun mengandung unsur lain seperti kobalt yang berharga.

Iwan mengatakan, sektor ini kemungkinan akan menghadapi sedikit tekanan biaya produksi di masa depan. Namun, fokus utama Stargate saat ini tetap pada optimalisasi penjualan bahan mentah.

Pemerintah resmi memberlakukan formula baru ini mulai 15 April 2026. Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026. Langkah ini bertujuan untuk memberikan harga yang lebih adil bagi para penambang lokal.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Meski Pasang Strategi Defensif, UNTR Tetap Agresif Buru Peluang Tambang Emas dan Nikel

STOCKWATCH.ID JAKARTA) – PT United Tractors Tbk (UNTR) menyiapkan...

Jadi Penyedia Platform Digital, JAST Dukung Peluncuran Layanan WhatsApp Pandawa BPJS Kesehatan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen  PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) menyatakan, dukungan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru