STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) menderita rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp129,70 miliar pada 2025. Jumlah ini membengkak 291,25% dibandingkan rugi bersih Rp33,15 miliar pada 2024.
Laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 yang dijutip Minggu (19/4/2026) menunjukkan pendapatan neto Perseroan merosot 35,27%. KREN mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,61 triliun pada 2025. Padahal pada tahun sebelumnya, Perseroan berhasil meraup Rp7,13 triliun.
Penjualan produk digital menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp3,64 triliun. Angka ini setara 78,99% dari total pendapatan neto. Pelanggan utama yang menyumbang lebih dari 10% pendapatan adalah PT Shopee International Indonesia dengan nilai transaksi Rp819,62 miliar.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan KREN turut turun 34,61% menjadi Rp4,55 triliun dari Rp6,96 triliun pada 2024. Meski beban pokok terpangkas, laba kotor Perseroan tetap anjlok 64,88% menjadi Rp59,35 miliar pada 2025, berbanding Rp169,02 miliar pada tahun 2024.
Beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp185,88 miliar pada 2025. Nilai ini sedikit lebih rendah 9,90% dari beban usaha tahun 2024 sebesar Rp206,30 miliar. Di sisi lain, beban keuangan juga mengalami penurunan menjadi Rp17,56 miliar dari sebelumnya Rp21,61 miliar.
Dalam laporan tersebut, manajemen menjelaskan penyebab penurunan kinerja ini. “Manajemen menilai kinerja keuangan Grup pada tahun 2025 masih terkena faktor pelemahan kegiatan ekonomi nasional termasuk penurunan nilai investasi sebagai dampak dari volatilitas yang terjadi di pasar keuangan,” tulis manajemen KREN dalam catatan laporan keuangan.
Dari sisi neraca keuangan, KREN memiliki total aset sebesar Rp2,60 triliun per Desember 2025. Angka ini menyusut 6,31% dari posisi aset per Desember 2024 yang mencapai Rp2,78 triliun. Penurunan terutama dipicu oleh berkurangnya aset lancar dari Rp1,49 triliun menjadi Rp1,36 triliun.
Sementara itu, total liabilitas Perseroan per Desember 2025 tercatat sebesar Rp758,29 miliar. Jumlah ini turun tipis dari liabilitas per Desember 2024 sebesar Rp773,10 miliar. Adapun total ekuitas KREN per Desember 2025 berada pada level Rp1,85 triliun, turun dari Rp2,01 triliun pada akhir tahun 2024.
Direktur Utama KREN, Budi Santoso Asmadi dan Direktur, Indera Hidayat menegaskan tanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini. Keduanya menyatakan semua informasi telah dimuat secara lengkap dan benar dalam surat pernyataan direksi yang ditandatangani pada 17 April 2026.
