Nol Rupiah dari Sektor Konstruksi, Laba Bersih Superkrane (SKRN) Ikut Tergerus di 2025.

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp204,1 miliar pada 2025. Perolehan ini turun 9,32% dibandingkan laba tahun 2024 sebesar Rp225,08 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Sabtu (18/4/2026), penurunan laba sejalan dengan merosotnya pendapatan usaha. SKRN meraup pendapatan Rp800,07 miliar pada 2025. Nilai tersebut turun 31,85% dari Rp1,17 triliun pada tahun sebelumnya.

Kontributor utama pendapatan berasal dari sewa crane senilai Rp800,07 miliar. Menariknya, pendapatan dari proyek konstruksi tercatat nihil pada 2025. Padahal, pada 2024 sektor konstruksi menyumbang Rp485,11 miliar bagi Perseroan.

Pelanggan yang memberikan kontribusi lebih dari 10% pendapatan antara lain PT Saipem Indonesia sebesar Rp157,57 miliar (19%). Selain itu, MCC15 Engineering and Construction menyumbang Rp149,94 miliar (19%) dan BP Berau Ltd. sebesar Rp86,24 miliar (11%).

Meskipun pendapatan turun, beban pokok pendapatan juga mengalami penyusutan. Biaya ini tercatat sebesar Rp520,05 miliar pada 2025, berkurang dari Rp845,58 miliar di tahun 2024. Hal ini membuat laba kotor Perseroan terkumpul Rp280,02 miliar.

SKRN juga melakukan penghematan pada beban usaha. Total beban usaha terpangkas menjadi Rp73,84 miliar pada 2025 dari sebelumnya Rp134,91 miliar. Efisiensi juga terlihat pada beban keuangan yang turun menjadi Rp32,64 miliar dari Rp60,8 miliar secara year-on-year (yoy).

Laba per saham dasar Perseroan ikut terkoreksi menjadi Rp28,62 per lembar. Pada tahun 2024, nilai laba per saham masih berada di angka Rp31,62.

Terkait laporan ini, Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan memberikan opini wajar. “Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2025,” tulis Auditor dalam laporannya.

Dari sisi neraca keuangan, total aset Superkrane mencapai Rp1,43 triliun per 31 Desember 2025. Angka ini menurun sekitar 11% dari posisi akhir 2024 yang sebesar Rp1,60 triliun. Penurunan terutama disebabkan oleh berkurangnya kas dan setara kas yang tersisa Rp98,51 miliar.

Jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp800,67 miliar per Desember 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp896,26 miliar. Sementara itu, total ekuitas SKRN berada di level Rp626,28 miliar, turun dari posisi Desember 2024 sebesar Rp706,9 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rugi Bersih Quantum Clovera Investama (KREN) Bengkak 291,25% pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN)...

Laba Bersih Modern Internasional (MDRN) Melonjak 701,32% pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Modern Internasional Tbk (MDRN) mencetak...

Pengelola KFC (FAST) Sukses Pangkas Rugi Bersih Hingga 53,74% pada 2025

Pangkas Rugi Bersih 53,74%, FAST Raih Laba Komprehensif Rp173,69...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru