Laba Bersih Modern Internasional (MDRN) Melonjak 701,32% pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Modern Internasional Tbk (MDRN) mencetak kinerja keuangan gemilang sepanjang tahun buku 2025. Emiten pengelola bisnis solusi dokumen ini membukukan laba bersih sebesar Rp70,27 miliar per 31 Desember 2025. Angka ini melonjak tajam 701,32% jika dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang tercatat Rp8,77 miliar.

Merujuk laporan keuangan konsolidasian yang dikutip di Jakarta, Minggu (19/4/2026), lonjakan laba ini membuat laba per saham dasar MDRN naik menjadi Rp9,21. Pada periode sama tahun sebelumnya, laba per saham hanya sebesar Rp1,15.

Peningkatan laba bersih terjadi saat penjualan neto perusahaan justru mengalami penurunan. MDRN mencatatkan penjualan neto sebesar Rp33,74 miliar pada 2025. Jumlah ini turun 9,12% dari realisasi penjualan tahun 2024 sebesar Rp37,12 miliar.

Produk fotokopi menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp32,41 miliar. Sisanya berasal dari penjualan lain-lain sebesar Rp1,32 miliar. Seluruh penjualan tersebut merupakan pasar lokal.

Beban pokok penjualan MDRN ikut turun tipis menjadi Rp7,67 miliar dari sebelumnya Rp7,72 miliar. Hal ini menghasilkan laba bruto sebesar Rp26,06 miliar pada 2025, sedikit menurun dibanding Rp29,40 miliar pada tahun sebelumnya.

Laba operasional perusahaan justru melesat menjadi Rp74,29 miliar dari posisi Rp30,07 miliar pada 2024. Faktor utama penopang laba adalah pos penghasilan operasi lainnya yang mencapai Rp78,27 miliar. Pos ini didominasi oleh keuntungan dari penghapusan pinjaman dan pelepasan aset tetap sebagai bagian dari restrukturisasi utang.

Manajemen MDRN juga berhasil menekan beban keuangan secara signifikan. Beban bunga berkurang drastis menjadi Rp3,40 miliar dari Rp26,63 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini memperkuat posisi laba sebelum pajak perusahaan menjadi Rp70,89 miliar.

Dari sisi neraca, total aset MDRN per Desember 2025 tercatat sebesar Rp176,67 miliar. Angka ini turun tipis dari posisi akhir 2024 sebesar Rp179,48 miliar. Aset lancar mencapai Rp36,23 miliar, sedangkan aset tidak lancar sebesar Rp140,44 miliar.

Total liabilitas perusahaan berhasil ditekan menjadi Rp415,74 miliar per Desember 2025. Tahun sebelumnya, jumlah utang perusahaan mencapai Rp488,69 miliar. Meski mencatat laba besar, MDRN masih mengalami defisiensi ekuitas neto sebesar Rp239,07 miliar. Namun, angka defisit ini sudah membaik dibanding posisi 2024 yang mencapai Rp309,20 miliar.

Laporan keuangan ini diaudit oleh Akuntan Publik Defi Satria, S.E., Ak., CPA., CA. dari Kantor Akuntan Publik Ramli & Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian. Namun, auditor memberikan penekanan terkait adanya ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, manajemen MDRN telah menetapkan langkah strategis. “Grup akan menjual semua atau sebagian tanah, bangunan dan aset tetap lainnya milik Grup yang tidak produktif untuk melunasi utang-utang Grup,” tulis manajemen dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Selain itu, MDRN juga menjalin kerja sama strategis dengan Genertec International Holding Co., Ltd. untuk transformasi bisnis di masa depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Nol Rupiah dari Sektor Konstruksi, Laba Bersih Superkrane (SKRN) Ikut Tergerus di 2025.

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN)...

Rugi Bersih Quantum Clovera Investama (KREN) Bengkak 291,25% pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN)...

Pengelola KFC (FAST) Sukses Pangkas Rugi Bersih Hingga 53,74% pada 2025

Pangkas Rugi Bersih 53,74%, FAST Raih Laba Komprehensif Rp173,69...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru