STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran melumpuhkan ekonomi konsumen Paman Sam. Kenaikan harga bensin hingga Rp 63.600 (USD 4) per galon membuat warga mulai memangkas biaya hiburan.
Mengutip CNBC International, masyarakat kini lebih memilih belanja kebutuhan pokok untuk menjaga stabilitas anggaran rumah tangga. Sektor hiburan keluarga atau eatertainment seperti bowling dan escape room mengalami kemerosotan tajam.
Data Placer.ai mencatat trafik kunjungan ke Dave & Buster’s turun 4,5% pada Maret 2026. Penurunan lebih dalam dialami oleh Main Event dengan penyusutan trafik mencapai 7,6%.
Kepala Riset Analitis Placer.ai, R.J. Hottovy membenarkan adanya pergeseran perilaku belanja ini. Konsumen mulai mengurangi kunjungan ke gerai ritel non-pokok dan tempat hiburan.
“Pembeli memprioritaskan kebutuhan pokok untuk meregangkan anggaran rumah tangga mereka,” kata R.J. Hottovy.
Bisnis rekreasi lain seperti Bowlero juga terpukul cukup dalam. Rata-rata trafik kunjungan di 350 pusat hiburan bowling milik mereka anjlok 10,6%. Sementara itu, sektor escape room secara umum turun 6,7%.
Sentimen konsumen Amerika saat ini berada pada level terendah dalam sejarah. Survei bulanan Universitas Michigan jatuh ke angka 47,6 atau turun 10,7% dari bulan sebelumnya.
CEO Cycling Quests, Robert Evans melihat pola serupa pada pendaftaran balap sepeda kelas atas. Setiap ada pengumuman serangan militer atau isu tarif, masyarakat cenderung mengambil sikap waspada.
“Orang-orang menarik diri sejenak dan mengambil sikap tunggu dan lihat,” ujar Robert Evans.
Penurunan minat ini mengancam ekonomi kota-kota kecil yang menjadi tuan rumah acara olahraga. Setiap satu peserta luar kota biasanya mewakili aktivitas ekonomi tambahan sekitar Rp 14,3 juta (USD 900) hingga Rp 15,9 juta (USD 1.000). Dana tersebut seharusnya mengalir ke restoran, hotel, dan bensin di wilayah setempat.
Meskipun sektor hiburan lesu, pengeluaran kartu kredit secara umum dinilai masih cukup sehat. CEO Bank of America, Brian Moynihan menyebut kualitas kredit perusahaan dan konsumen masih sangat baik meski ketidakpastian global membayangi.
Sektor yang masih mampu bertahan di tengah krisis ini hanyalah bioskop. Kehadiran film besar seperti Project Hail Mary dan The Super Mario Galaxy Movie terbukti masih mampu menarik minat penonton untuk berbelanja.
