STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (20/4/2026) waktu setempat. Para investor khawatir terhadap eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama akhir pekan. Konflik ini mengancam gencatan senjata yang sebelumnya sangat rapuh di antara kedua negara.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,9%. Hampir semua sektor regional berakhir di zona negatif. Hanya sektor minyak dan gas yang berhasil bertahan di wilayah hijau.
Sektor perjalanan dan rekreasi memimpin penurunan pasar dengan koreksi mencapai 2,5%. Saham maskapai Jerman, Lufthansa, merosot 3,4%. Maskapai EasyJet yang tercatat di bursa London juga jatuh 3,1%, diikuti perusahaan pariwisata TUI yang terpangkas 3,1%.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kapal perusak Angkatan Laut AS menembak dan melumpuhkan kapal kargo berbendera Iran. Kapal tersebut disita di Teluk Oman pada hari Minggu. Aksi ini merupakan perluasan blokade AS di wilayah selat tersebut.
Iran merespons situasi ini dengan menutup kembali Selat Hormuz pada hari Sabtu. Padahal, jalur pelayaran utama tersebut baru saja dinyatakan dibuka pada Jumat sebelumnya. Media pemerintah Iran menyebut langkah ini diambil karena pihak Amerika dianggap melanggar janji.
“Tidak memenuhi kewajiban mereka,” tulis media pemerintah Iran dalam keterangannya.
Trump mengeluarkan ancaman keras jika Teheran tidak menyetujui persyaratan Washington untuk mengakhiri konflik. Ancaman ini muncul menjelang berakhirnya masa gencatan senjata kedua negara pada minggu ini.
“Menghancurkan setiap Pembangkit Listrik, dan setiap Jembatan, di Iran,” tegas Trump pada hari Minggu melalui media sosialnya.
Dari sektor perbankan, saham UniCredit turun 2,5% pada perdagangan Senin. Penurunan ini terjadi setelah Andrea Orcel, CEO UniCredit, mengungkap rencana penggabungan bank asal Italia tersebut dengan Commerzbank. Saham Commerzbank sendiri justru ditutup menguat 1,8% merespons kabar tersebut.
Koreksi di bursa Eropa juga dipengaruhi oleh pergerakan pasar global lainnya. Meski pasar Asia-Pasifik sebagian besar menghijau, kontrak berjangka (futures) bursa AS terpantau turun pada Senin pagi. Padahal, pekan lalu indeks S&P 500 dan Nasdaq baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
