Rugi Bersih SDMU Susut 83,26% pada Kuartal I-2026, Efisiensi Jadi Kunci

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) berhasil menekan rugi bersih secara signifikan pada kuartal I 2026. Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp690,67 juta. Angka ini turun 83,26% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp4,13 miliar.

Penurunan rugi bersih terjadi di tengah sedikit koreksi pada pendapatan. SDMU membukukan pendapatan bersih Rp18,24 miliar hingga Maret 2026, turun 5,37% dari Rp19,27 miliar pada kuartal I 2025.

Segmen jasa angkutan masih menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp17,58 miliar. Selain ituu, jasa inklaring menyumbang Rp658,10 juta. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu pendapatan berasal dari jasa angkutan sebesar Rp19,23 miliar dan penjualan ban Rp41,40 juta. Salah satu pelanggan utama Perseraoan adalah PT Dow Indonesia yang menyumbang Rp3,06 miliar atau setara 16,8% dari total pendapatan.

Perbaikan kinerja bottom line didorong oleh efisiensi di berbagai pos beban. Perseroan mampu menekan beban pokok pendapatan secara signifikan. Beban pokok tercatat turun 15,91% menjadi Rp11,60 miliar dari Rp13,80 miliar pada kuartal I-2025. Efisiensi ini mendorong laba kotor tumbuh 21,29% menjadi Rp6,63 miliar, dibandingkan Rp5,47 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Efisiensi ini mendorong laba kotor tumbuh 21,28% menjadi Rp6,63 miliar, dibandingkan Rp5,46 miliar pada tahun sebelumnya.

Efisiensi juga tercermin pada beban usaha yang berhasil dipangkas 23,88% menjadi Rp6,51 miliar dari Rp8,54 miliar. Sementara itu, beban keuangan turun menjadi Rp879,32 juta dari Rp955,77 juta. Penurunan berbagai komponen biaya ini menjadi faktor utama menyusutnya rugi bersih Perseroan

Dari sisi neraca, total aset SDMU tercatat sebesar Rp128,73 miliar per 31 Maret 2026, turun tipis 0,24% dibandingkan Rp129,06 miliar pada akhir 2025.

Di sisi lain, liabilitas Perseroan turun drastis 54,26% menjadi Rp51,39 miliar dari Rp112,34 miliar. Penurunan ini sejalan dengan restrukturisasi dan kesepakatan penyelesaian utang dengan pihak berelasi melalui skema konversi utang menjadi saham senilai Rp61,35 miliar.

Dalam restrukturisasi tersebut, SDMU mengonversi utang kepada pihak berelasi, Tjoe Mien Sasminto, senilai Rp61,35 miliar menjadi 1,12 miliar saham baru seri B. Saham tersebut memiliki nilai nominal Rp50 per saham dengan harga pelaksanaan Rp55 per saham. Langkah ini telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Sementara itu, ekuitas Perseroan melonjak 362,6% menjadi Rp77,35 miliar dari Rp16,72 miliar pada Desember 2025. Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp113,52 miliar menjadi Rp169,30 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rugi Citatah (CTTH) Membengkak 129% di Kuartal I 2026, Penjualan Anjlok Tajam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Citatah Tbk (CTTH) mencatat lonjakan...

Rapor Bank Himbara Kuartal I 2026: Adu Kuat Laba, Siapa Jawara Cetak Untung Tertinggi?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Di tengah meningkatnya risiko global akibat...

Daftar 35 Orang Terkaya RI: Prajogo Pangestu Teratas, Kekayaan Rp361 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Prajogo Pangestu kembali mengukuhkan posisinya sebagai orang...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru