STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (4/5/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (5/5/2026) WIB. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong penguatan dolar AS serta memicu kekhawatiran inflasi.
Mengutip CNBC International, harga emas spot anjlok 2,6% ke posisi USD 4.524,40 per ons troi. Sementara itu, di pasar berjangka AS, kontrak emas pengiriman Juni ditutup melemah 2,4% ke level USD 4.533,30 per ons troi.
Eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama penekan harga logam mulia. Iran dilaporkan menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz. Selain itu, sebuah pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan terbakar akibat serangan drone.
Langkah Presiden AS, Donald Trump, yang mengerahkan Angkatan Laut melalui operasi bertajuk “Project Freedom” memicu ketegangan terbesar sejak gencatan senjata diberlakukan. Situasi ini kembali meningkatkan ketidakpastian di pasar komoditas global.
Penguatan indeks dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Di sisi lain, harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 5%, memperkuat spekulasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.
Barclays memprediksi Federal Reserve (The Fed) tidak akan melakukan pelonggaran kebijakan moneter tahun ini. Pekan lalu, The Fed mempertahankan suku bunga dalam keputusan yang disebut sebagai yang paling terpecah sejak 1992. Para pejabat bank sentral khawatir lonjakan harga energi dapat menyebar ke seluruh sektor ekonomi.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menilai kepercayaan investor mulai tergerus di tengah situasi ini.
“Berita terbaru jelas tidak memberikan keyakinan bahwa kondisi akan segera membaik. Justru muncul kembali kekhawatiran inflasi, ditambah sinyal yang cukup agresif terkait arah suku bunga,” ujar Melek kepada CNBC.
Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya cenderung menurun dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
Investor kini menanti rilis sejumlah data ekonomi penting AS pekan ini, termasuk data lowongan kerja, laporan ketenagakerjaan ADP, serta data penggajian April. Data-data tersebut akan menjadi penentu arah kebijakan moneter AS selanjutnya.
Melek juga menyoroti level dukungan teknikal emas yang dinilai cukup kuat.
“Saya melihat level support kuat di kisaran USD 4.200. Dalam jangka panjang, masih ada faktor yang dapat menopang harga. Namun, ketidakpastian dan potensi kenaikan suku bunga bisa mendorong sebagian pelaku pasar keluar dari posisi dalam jangka pendek,” tambahnya.
Pelemahan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 3,5% ke USD 72,67 per ons troi.
Harga platinum spot melemah 2,2% menjadi USD 1.946,15, sementara paladium turun 3% ke level USD 1.478,74 per ons troi.
