BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Ternyata Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan tiga saham emiten sekaligus. Ketiga emiten tersebut adalah PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA), dan PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE).

Langkah tegas ini mulai berlaku pada perdagangan sesi I hari Selasa, 5 Mei 2026. Otoritas Bursa mengambil keputusan ini untuk menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.

ZINC terkena suspensi di seluruh pasar. Emiten tambang ini telah berada di Papan Pemantauan Khusus selama lebih dari 1 tahun berturut-turut. Kondisi tersebut melanggar ketentuan III.1.3 Peraturan Bursa Nomor I-X.

Selanjutnya, BEI menggembok saham NUSA di Pasar Negosiasi. Keputusan ini menyusul adanya ketidakpastian atas kelangsungan usaha (going concern) perusahaan. Sebelumnya, saham NUSA sudah lebih dulu disuspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

Sementara itu, suspensi saham MSIE dilakukan dalam rangka cooling down. Harga saham emiten ini mengalami peningkatan kumulatif yang sangat signifikan. Bursa ingin memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasinya secara matang.

Yayuk Sri Wahyuni, P.H., Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, menyampaikan informasi tersebut dalam keterbukaan informasi. Pengumuman ini dirilis secara resmi oleh pihak Bursa.

“Bursa memutuskan untuk tetap melakukan penghentian sementara perdagangan efek,” ujar Yayuk dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (5/5/2026).

Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan tercatat. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan gembok saham-saham tersebut akan dibuka kembali.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Cum Date Dividen GMTD Rp4,04 per Saham Hari Ini, Harga Malah Turun 9,24%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk...

Hartadinata (HRTA) Resmi Masuk Indeks LQ45, Kuasai Hampir Setengah Pasar Emas RI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) resmi bergabung...

Saham DSSA Dipantau BEI, Naik Tipis 0,98% ke Rp1.540 Pagi Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru