GOTO Siapkan Rp3,5 Triliun untuk Buyback Saham, Incar Hingga 10% Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp3,5 triliun.

Dana untuk aksi korporasi tersebut seluruhnya akan berasal dari kas internal perseroan. Buyback akan mencakup sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, termasuk saham tresuri yang telah dimiliki perusahaan.

Hingga 30 April 2026, GOTO tercatat memiliki saham tresuri sebanyak 39,29 miliar lembar atau setara 3,30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Rencana buyback ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 18 Juni 2026.

Apabila memperoleh persetujuan, pelaksanaan buyback akan berlangsung selama paling lama 12 bulan, yakni mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

Corporate Secretary GOTO, R.A. Koesoemohadiani, mengatakan langkah ini dilakukan untuk memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola struktur permodalan.

“Untuk memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam pengelolaan modal, termasuk optimalisasi struktur modal,” ujar R.A. Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi, Senin (11/5/2026).

Menurut manajemen, buyback diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus mendukung agar harga saham GOTO mencerminkan nilai fundamental perusahaan.

“Performa harga saham Perseroan dapat mencerminkan nilai fundamental yang sesungguhnya dari Perseroan,” lanjutnya.

GOTO menegaskan pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kondisi keuangan perseroan. Perusahaan memiliki modal kerja dan kas yang memadai untuk mendanai aksi tersebut, termasuk seluruh biaya transaksi dan biaya pedagang perantara.

Untuk pelaksanaan buyback, GOTO menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai perantara. Pembelian kembali saham dapat dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar bursa.

Perseroan juga memastikan dana yang digunakan untuk buyback tidak berasal dari pinjaman, utang, maupun hasil penawaran umum.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Free Float Saham INDF Capai 48,21% per April 2026, Anthoni Salim Tetap Pemilik Manfaat Akhir

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)...

Free Float LPCK Masih 9,33%, James T. Riady Tercatat sebagai Pemilik Manfaat Akhir

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyampaikan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru