Ekspansi Usaha, Pengelola Bioskop CGV (BLTZ)  Rambah Bisnis Kosmetik dan Layanan Pijat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), emiten pengelola jaringan bioskop CGV, berencana menambah kegiatan usaha baru guna meningkatkan kinerja perseroan. Perusahaan akan merambah bisnis perdagangan eceran kosmetik serta aktivitas rumah pijat.

Manajemen BLTZ dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi diferensifikasi usaha untuk memperkuat konsep cultureplex, yakni integrasi antara hiburan, gaya hidup, dan komunitas.

Corporate Secretary BLTZ, Rozaksan Rinota I, menjelaskan bahwa penambahan lini usaha ini diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan sekaligus memanfaatkan basis pelanggan yang telah dimiliki perseroan.

“Penambahan lini penjualan kosmetik booth berfokus pada brand Korea, memanfaatkan tren K-Beauty dan pengalaman belanja interaktif, serta inovasi berupa integrasi tiket bioskop dengan layanan pijat,”ujar Rozaksan dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (11/5/2026).

Untuk merealisasikan rencana tersebut, BLTZ menyiapkan investasi sebesar Rp500 juta. Dari total dana itu, sebesar Rp100 juta akan digunakan sebagai investasi awal yang seluruhnya berasal dari ekuitas internal perseroan.

Berdasarkan studi kelayakan yang disusun Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan, rencana ekspansi ini dinilai layak secara finansial maupun teknis.

Hasil analisis menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp767,88 juta dan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 32,21%. Sementara itu, Payback Period atau masa pengembalian investasi diproyeksikan selama delapan tahun, dengan indeks profitabilitas sebesar 1,39 kali.

Meski menambah lini bisnis baru, BLTZ tidak berencana merekrut tenaga kerja tambahan. Perseroan akan mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada melalui program pelatihan internal maupun eksternal.

“Rencana penambahan dua bidang usaha tersebut layak untuk diimplementasikan secara teknis,” demikian kesimpulan dalam laporan studi kelayakan.

Rencana penambahan kegiatan usaha ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, di CGV Central Park Mall, Jakarta Barat.

Apabila memperoleh restu pemegang saham, ekspansi ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap stabilitas keuangan jangka panjang, menjaga struktur permodalan tetap sehat, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan aset perseroan.`

- Advertisement -

Artikel Terkait

ASSA Ekspansi ke Bisnis Digital Logistik, Targetkan Tambahan Laba Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)...

Disanksi OJK Usai Viral Kasus Penagihan, Indosaku Putus Kontrak Vendor

TOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) memperkuat...

Temukan Pelanggaran Penagihan, OJK Jatuhi Sanksi dan Denda kepada Indosaku

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru