Rupiah Tembus Rp17.500 per USD, Menkeu Purbaya Siapkan Instrumen Baru Minggu Depan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan strategi khusus untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda saat ini terpantau telah menyentuh level Rp17.500 per USD.

Pemerintah berencana meluncurkan instrumen baru pada pekan depan. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap penguatan rupiah.

Purbaya menegaskan peran pemerintah sangat penting dalam menjaga mesin-mesin pertumbuhan ekonomi. Fondasi ekonomi yang tetap baik akan meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing. Kondisi tersebut diyakini dapat mendorong penguatan rupiah secara alami.

Dalam jangka pendek, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan fokus membantu stabilisasi melalui pasar obligasi atau bond market. Pemerintah telah mulai masuk ke pasar tersebut dan berencana meningkatkan volume intervensi.

“Mungkin Rp2 triliun, Rp2 triliun, Rp2 triliun setiap hari supaya bond yield-nya turun,” ujar Purbaya dalam wawancara di Kabar Petang TV One, Kamis  (14/5/2026).

Purbaya menjelaskan, penurunan bond yield sangat penting untuk menjaga kenyamanan investor asing. Investor dinilai tidak akan keluar dari pasar domestik jika risiko capital loss dapat ditekan. Penurunan yield bahkan membuka peluang capital gain bagi investor.

Selain intervensi di pasar obligasi, Kemenkeu juga melirik penerbitan Panda Bond. Instrumen utang ini menggunakan mata uang Yuan atau Renminbi asal China.

Langkah tersebut bertujuan mendiversifikasi sumber pendanaan selain mata uang USD. Penggunaan Yuan dinilai efektif menekan kebutuhan pemerintah terhadap dolar AS, sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap rupiah.

Minat investor asal China terhadap instrumen ini disebut cukup besar. Purbaya mengaku telah bertemu dengan perwakilan ICBC dan Bank of China. Kedua institusi tersebut menunjukkan ketertarikan untuk membantu penerbitan Panda Bond Indonesia di China.

“Yield-nya rendah, waktu itu sekitar 2,3%, hampir separuh dari bunga atau yield surat utang yang kita terbitkan dalam dolar,” tuturnya.

Pasar China yang luas dinilai menjadi prospek menarik bagi diversifikasi pasar utang Indonesia. Meski demikian, Purbaya mengungkapkan masih ada jurus tambahan yang sedang disiapkan pemerintah.

Instrumen baru tersebut belum dapat diumumkan saat ini. Namun, Purbaya optimistis dampaknya akan mulai terlihat pada pekan depan.

“Ada instrumen tambahan yang mungkin belum bisa diumumkan sekarang, tapi dampaknya akan kelihatan sekali minggu depan,” pungkas Purbaya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rupiah Bergejolak, Purbaya Pastikan Ekonomi Indonesia Tak Akan Kembali ke Krisis 1998

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta...

BBM Tak Naik, Gaji ke-13 Segera Cair, Purbaya Siapkan Stimulus Kendaraan Listrik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa...

Pertumbuhan Ekonomi RI Sentuh 5,61%, Purbaya Sebut Semua Terjadi “By Design

STOCKWATCH (JAKARTA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru