STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Kinerja keuangan PT Tira Austenite Tbk (TIRA) tampak solid sepanjang tahun 2025. Hal ini ditujukan melalui penjualan dan laba perusahaan distribusi gas industri ini yang kompak tumbuh tahun lalu.
Menurut laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan, Jumat 15 Mei 2026, laba bersih TIRA yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 197,25% menjadi Rp4,54 miliar (Rp7,73 per saham) pada 2025, jika dibandingkan Rp1,53 miliar (Rp2,60 per saham) pada tahun 2024.
Pertumbuhan laba Perseroan antara lain ditunjang oleh penjualan bersih TIRA yang meningkat 5,03% menjadi Rp301,55 miliar pada 2025, dari Rp287,08 miliar pada 2024.
Penyumbang terbesar penjualan TIRA tahun 2025 dari penjualan baja dan barang-barang teknik yakni Rp157,84 miliar, disusul gas industri Rp115,54 miliar, dan cetakan dan kawat las fabrikasi mengkontribusi Rp21,72 miliar.
Lonjakan laba TIRA juga ditopang oleh pendapatan lain-lain sebesar Rp3,15 miliar pada 2025, dari beban lain-lain Rp3,67 miliar di 2024. TIRA a mencatat surplus revaluasi aset Rp12,9 miliar pada 2025, dari tahun sebelumnya 2024 tidak ada.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan TIRA juga naik 3,4% menjadi Rp189,19 miliar pada 2025, dari tahun sebelumnya Rp183,09 miliar tahun 2024. Namun, laba kotor emiten distribusi gas industri itu berhasil tumbuh 8,05% menjadi Rp4112,35 miliar pada 2025, dibandingkan Rp103,98 miliar pada tahun 2024.
Setelah dikurangi beban usaha, emiten distribusi gas industri beraset Rp401,93 miliar per Desember 2025 itu membukukan laba usaha Rp20,39 miliar pada 2025, tumbuh 39,21 % dibanding dari Rp14,65 miliar pada tahun 2024.
Seperti diketahui, PT Tira Austenite Tbk (TIRA) adalah perusahan di bidang perdagangan produk teknis dan distribusi gas industri. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1974 sebagai agen tunggal untuk produk mesin Eropa. Perusahaan ini melakukan IPO pada bulan Juli 1993. Saat ini, perusahaan ini mengelola 3 unit bisnis; baja khusus, gas industri & layanan, dan manufaktur. (konrad)
