STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Peta kekayaan di Inggris mengalami perubahan signifikan pada 2026. David Beckham mencetak sejarah sebagai olahragawan pertama di Inggris yang menyandang status miliarder. Sementara itu, grup musik legendaris Oasis untuk pertama kalinya menembus daftar orang terkaya versi The Sunday Times Rich List.
Mengutip BBC, laporan tahunan tersebut mencatat kekayaan kolektif David Beckham dan istrinya, Victoria Beckham, mencapai Rp25,2 triliun (asumsi kurs 1 Pound Sterling (GBP) = Rp 21.000) atau setara GBP1,2 miliar. Nilai itu meningkat hampir dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir dan menempatkan pasangan tersebut di jajaran 350 individu dan keluarga terkaya di Inggris.
Kabar menarik juga datang dari industri musik. Noel dan Liam Gallagher dari Oasis memulai debut mereka dalam daftar ini dengan estimasi kekayaan bersih Rp7,8 triliun atau GBP375 juta. Pencapaian tersebut ditopang oleh kebangkitan popularitas band dan aktivitas bisnis yang kembali bergairah.
Posisi teratas daftar orang terkaya Inggris masih ditempati Sanjay Hinduja dan Dheeraj Hinduja beserta keluarga. Selama lima tahun berturut-turut, keluarga Hinduja mempertahankan posisi puncak dengan total kekayaan Rp798 triliun atau GBP38 miliar. Mereka mengendalikan Hinduja Group yang memiliki bisnis di sektor minyak, gas, perbankan, dan transportasi.
Sepuluh Orang Terkaya di Inggris 2026
- Sanjay dan Dheeraj Hinduja serta keluarga: Rp798 triliun (GBP38 miliar)
- David Reuben dan Simon Reuben serta keluarga: Rp585,9 triliun (GBP27,9 miliar)
- Leonard Blavatnik: Rp562,8 triliun (GBP26,8 miliar)
- Idan Ofer: Rp512,4 triliun (GBP24,4 miliar)
- Keluarga Weston: Rp396,9 triliun (GBP18,9 miliar)
- Christopher Harborne: Rp380,1 triliun (GBP18,1 miliar)
- Nik Storonsky: Rp344,4 triliun (GBP16,4 miliar)
- Alex Gerko: Rp336 triliun (GBP16 miliar)
- Jim Ratcliffe: Rp317,1 triliun (GBP15,1 miliar)
- Igor Bukhman dan Dmitry Bukhman: Rp298,2 triliun (GBP14,2 miliar)
Jumlah miliarder di Inggris pada tahun ini tercatat sebanyak 157 orang. Angka tersebut turun 20 orang dibandingkan empat tahun lalu.
King Charles III juga mencatat peningkatan kekayaan yang cukup signifikan. Nilai hartanya bertambah Rp840 miliar menjadi Rp14,28 triliun atau GBP680 juta. Dengan angka tersebut, Raja Charles melampaui kekayaan mantan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak dan istrinya, Akshata Murty, yang memiliki kekayaan Rp11,8 triliun atau GBP563 juta.
Nasib berbeda dialami James Dyson. Penemu sekaligus pendiri Dyson itu mengalami salah satu penurunan kekayaan terbesar tahun ini. Hartanya menyusut Rp184,8 triliun menjadi Rp252 triliun atau GBP12 miliar. Kebijakan tarif yang diperkenalkan Presiden Donald Trump disebut berdampak pada kinerja bisnis perusahaan.
Pendatang baru lainnya adalah Emily Eavis dan keluarganya, yang masuk daftar dengan kekayaan Rp8,4 triliun atau GBP400 juta. Emily merupakan penyelenggara Glastonbury Festival.
“Bayangkan jika kami mencoba menjualnya. Itu akan sangat mengerikan. Itu akan menjadi akhir,” ujar Emily Eavis.
Penyusun daftar, Robert Watts, menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai “dua eksodus”. Menurutnya, banyak miliarder asing meninggalkan Inggris, sementara semakin banyak warga negara Inggris kaya yang memilih bermukim di Dubai, Swiss, dan Monako.
“Ini adalah kisah tentang dua eksodus,” kata Robert Watts.
Satu dari enam individu atau keluarga yang masuk daftar dua tahun lalu kini telah keluar. Selain itu, sepertiga warga negara Inggris yang tercantum dalam daftar ini sudah tidak lagi tinggal di daratan utama Britania.
Sektor kecerdasan buatan (AI) mulai mendominasi daftar orang kaya berusia di bawah 40 tahun. Hampir sepertiga pendatang baru di kategori tersebut merupakan pendiri perusahaan rintisan AI yang berbasis di London.
Hugh Grosvenor dan istrinya tetap memimpin daftar orang kaya muda dengan kekayaan Rp203,7 triliun atau GBP9,7 miliar. Selain itu, Tyson Fury dan Ben Francis, pendiri Gymshark, juga tercatat sebagai sosok muda yang sukses membangun kekayaan besar secara mandiri.
