STOCKWATCH.ID (BEIJING)– Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak memberikan jawaban tegas terkait kemungkinan perlindungan militer bagi Taiwan. Sikap itu terungkap setelah pertemuan puncak selama dua hari dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Trump enggan menjawab apakah AS akan membela Taiwan jika terjadi serangan dari China. Kepada wartawan di dalam Air Force One, dalam perjalanan pulang ke AS pada Jumat (15/5/2026), Trump menegaskan bahwa ia tida k akan mengungkap strategi militernya kepada publik.
Menurut Trump, pertanyaan sensitif itu diajukan langsung oleh Xi Jinping dalam pertemuan mereka di Beijing. Namun, ia memilih untuk tidak memberikan komitmen terbuka.
“Pertanyaan itu diajukan kepada saya hari ini oleh Presiden Xi. Saya katakan saya tidak membicarakan hal itu,” ujar Trump.
Sikap tersebut sejalan dengan kebijakan “Satu China” yang selama ini dianut Washington. Dalam kerangka kebijakan itu, AS mempertahankan strategi ambiguitas, yakni tidak secara eksplisit menyatakan apakah akan membantu Taiwan jika terjadi konflik militer.
Kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan meningkat sejak pecahnya perang antara AS dan Iran pada akhir Februari. Sejumlah analis menilai situasi tersebut dapat memperkuat posisi China untuk meningkatkan tekanan terhadap Taiwan, terutama setelah beberapa kapal induk AS dipindahkan dari kawasan Indo-Pasifik ke Timur Tengah.
Pada awal pertemuan, Xi Jinping memperingatkan bahwa hubungan kedua negara dapat berujung pada bentrokan atau konflik jika isu kemerdekaan Taiwan tidak ditangani secara tepat.
Bagi pemerintah China, Taiwan merupakan isu paling sensitif dalam hubungan bilateral dengan AS. Xi menegaskan bahwa kesalahan langkah dalam persoalan ini dapat merusak keseluruhan hubungan kedua negara.
Trump juga memberikan tanggapan yang masih samar terkait kemungkinan paket penjualan senjata ke Taiwan. Ia mengaku telah membahas isu tersebut secara mendalam, tetapi keputusan final belum diambil.
“Saya pikir hal terakhir yang kita butuhkan saat ini adalah perang yang jaraknya 9.500 mil,” kata Trump.
Trump menegaskan bahwa keputusan strategis mengenai Taiwan hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan tidak akan dibagikan kepada siapa pun, termasuk kepada China.
“Hanya ada satu orang yang mengetahuinya. Anda tahu siapa orangnya? Saya. Akulah satu-satunya orang itu,” ujar Trump.
