spot_img

BEI Soroti Free Float LUCY yang Tiba-Tiba Susut Drastis, Manajemen Akhirnya Jelaskan Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat permintaan penjelasan kepada PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY). Hal ini menyusul adanya perubahan data yang cukup signifikan pada laporan kepemilikan saham publik atau free float perseroan.

Manajemen LUCY memberikan klarifikasi terkait koreksi informasi saham free float pada Laporan Bulanan Registrasi Efek (LBRE) periode Maret 2026. Angka kepemilikan publik tersebut menyusut drastis dari semula dilaporkan 38,94% menjadi hanya 6,53%.

Ryad, Sekretaris Perusahaan LUCY menjelaskan perubahan data tersebut dipicu oleh kesalahan teknis saat pelaporan. Manajemen mengaku kurang teliti dalam mengevaluasi data yang masuk ke sistem.

“Terdapat kesalahan disaat penginputan dalam pengisian Laporan Bulanan, disebabkan dalam sistem sudah terotomatis terisi, sehingga Perseroan berasumsi sudah sesuai tanpa dievaluasi kembali,” tulis Ryad dalam keterangannya, dikutip Kamis (27/5/2026) WIB.

Setelah koreksi besar pada Maret 2026 tersebut, data per April 2026 kembali menunjukkan peningkatan saham free float menjadi 13,34%. Ryad memaparkan kenaikan ini terjadi karena adanya pembenahan kategori pemegang saham.

Sejumlah nama pemegang saham di bawah 5% yang sebelumnya masuk dalam kategori afiliasi pengendali telah dikeluarkan. Setelah ditelusuri, nama-nama tersebut ternyata bukan bagian dari afiliasi dari pengendali perseroan.

“Peningkatan saham free float dari 6,53% pada Maret 2026 (setelah koreksi) menjadi 13,34% pada April 2026 disebabkan oleh kepemilikan saham di bawah 5% yang semula masuk dalam kategori afiliasi dari pengendali telah dikoreksi karena nama tersebut bukan bagian dari Afiliasi dari Pengendali,” ungkap Ryad.

Beberapa pemegang saham yang kini dikategorikan bukan sebagai pengendali maupun afiliasi pengendali antara lain Marrita Erhar dengan kepemilikan 31.871.700 saham atau 2,10%. Selain itu, terdapat nama Nugrahaning Dyah Larasati yang memegang 21.490.600 saham atau 1,42%.

Manajemen juga merinci daftar afiliasi dari pengendali yang memiliki saham kurang dari 5% per April 2026. Mereka adalah Fasika Khaerul Zaman sebanyak 8.760.300 saham (0,58%), Aldi Imam Wibowo 4.800.000 saham (0,32%), dan Dr Pratiwi Nugraheni 2.532.300 saham (0,17%).

Berdasarkan data historis yang disampaikan, persentase free float LUCY cenderung stabil di angka 10% hingga 11% sepanjang Agustus 2025 hingga Februari 2026. Pada Februari 2026, jumlah saham free float tercatat sebanyak 181.322.665 saham atau setara 11,97%.

Hingga saat ini, manajemen LUCY menegaskan tidak memiliki agenda besar dalam waktu dekat. Perusahaan belum mempunyai rencana untuk melakukan tindakan korporasi setidaknya dalam 12 bulan ke depan.

Ryad menambahkan saat ini tidak ada informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang bersifat material. Perseroan memastikan tidak ada hal tersembunyi yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan di pasar modal.

- Advertisement -

Artikel Terkait

CGS International Securities Singapore Borong 27,9 Juta  Saham PURA, Rogoh Kocek Miliaran

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- CGS International Securities Singapore Pte, Ltd, salah...

BEI Minta Penjelasan Dampak PP Tata Kelola Ekspor SDA, Ini Jawaban Dirut MGRO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Pada 25 Mei 2026, Mahkota Group Tbk...

Disurati Bursa Soal Aturan Ekspor SDA, Begini Jawaban Sinar Terang Mandiri (MINE)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru