spot_img

Kantongi Dukungan China, Menkeu Purbaya Siap Terbitkan Perdana Panda Bond

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperoleh dukungan kuat dari Pemerintah China dan People’s Bank of China (PBOC) terkait rencana penerbitan Panda Bond Indonesia. Dukungan tersebut didapat dalam kunjungan kerja selama dua hari di Beijing, China.

Dalam kunjungan yang berlangsung hingga 19 Juni 2026 itu, Purbaya bertemu dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta para investor. Pertemuan tersebut bertujuan memperluas sumber pembiayaan dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.

“Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” ujar Purbaya di Beijing, dikutip Munggu (21/6).

Purbaya mengatakan Pemerintah China dan PBOC berkomitmen mendukung kelancaran penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar domestik China.

“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,” kata Purbaya.

Menurut Purbaya, penerbitan surat utang tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan pembangunan nasional. Langkah ini dilakukan agar Indonesia tidak bergantung pada satu mata uang tertentu.

“Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China,” ujar Purbaya.

Ia menilai pembahasan dengan pemerintah dan otoritas moneter China berlangsung konstruktif. Pertemuan tersebut juga mencerminkan tingginya kepercayaan China terhadap perekonomian Indonesia.

“Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat,” kata Purbaya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menjelaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat di tengah dinamika global. Pemerintah, kata dia, terus membenahi berbagai kendala yang menjadi perhatian investor.

“Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik,” ujarnya.

Purbaya menegaskan Indonesia menerapkan prinsip non-alignment atau tidak berpihak pada kepentingan geopolitik tertentu dalam menarik investasi.

“Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,” pungkas Purbaya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

FITT Jual Aset Hotel Rp70,3 Miliar, Siap Masuk ke Bisnis Tambang Nikel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)...

Catat Tanggalnya! PALM Tebar Dividen Rp50,35 Miliar, Investor Terima Rp3,2 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM)...

BEI Cabut Suspensi, Saham Ini Kembali Diperdagangkan Mulai Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru