spot_img

8 Perusahaan Antre IPO di BEI, Enam Calon Emiten Incar Dana Rp2,14 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga 26 Juni 2026, terdapat 8 perusahaan yang sedang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Hingga saat ini, baru satu perusahaan yang telah melantai di bursa. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mulai diperdagangkan pada Jumat, 10 April 2026. Emiten ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp0,30 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan klasifikasi aset perusahaan dalam pipeline didominasi oleh perusahaan skala besar. “Hingga saat ini, terdapat 8 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dikutip Minggu (28/6/2026).

Tercatat 6 perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp250 miliar. Sementara itu, 1 perusahaan masuk skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar. Adapun 1 perusahaan lainnya merupakan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Sektor kesehatan atau healthcare memimpin daftar pipeline dengan porsi 50%. Rinciannya adalah 4 perusahaan dari sektor healthcare.

Sektor lain yang menyusul adalah consumer non-cyclicals sebanyak 2 perusahaan atau 25%. Kemudian, sektor consumer cyclicals dan infrastructures masing-masing menyumbang 1 perusahaan atau 12,5%.

Sementara itu, saat ini terdapat enam perusahaan yang sudah merilis prospektus untuk melantai di bursa. Total target dana maksimal yang bisa dihimpun dari keenam calon emiten tersebut mencapai Rp2,14 triliun.

Target dana ini merupakan akumulasi modal yang diincar para calon emiten pada Juli 2026. PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) mencatatkan nilai penawaran tertinggi. Pengelola Rumah Sakit JEC ini menawarkan 487,983 juta saham dengan harga Rp1.200 sampai Rp1.400 per saham. JECX berpotensi meraih total dana hingga Rp683,176 miliar.

Selanjutnya, perusahaan media milik Raffi Ahmad, PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), ikut melantai. RANS melepas 2,525 miliar saham baru dengan kisaran harga Rp135 sampai Rp170 per saham. Perusahaan hiburan ini berpeluang meraup dana maksimal Rp429,25 miliar.

Nama besar lainnya adalah PT Niramas Utama Tbk (JELI) atau produsen INACO. JELI menawarkan maksimal 350 juta saham baru pada rentang harga Rp900 sampai Rp1.120 per saham. JELI mengincar dana segar maksimal Rp392 miliar untuk memperkuat lini produksi anak usaha dan modal kerja.

Dari sektor infrastruktur telekomunikasi, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) siap melepas 615 juta saham. Harga penawaran BACH dipatok Rp400 hingga Rp500 per saham dengan target dana Rp307,5 miliar. Dana tersebut akan dipakai membayar pinjaman bank dan persediaan genset.

Sektor kesehatan semakin kuat dengan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Distributor alat kesehatan ini menawarkan 522,857 juta saham seharga Rp446 sampai Rp515 per saham. EMMI membidik dana Rp269,27 miliar untuk membangun pabrik dan membayar utang.

Terakhir, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) atau Proline turut meramaikan bursa. Perusahaan alat kesehatan ini melepas 522,9 juta saham dengan harga Rp100 hingga Rp120 per saham. Melalui aksi ini, PRDL membidik modal maksimal Rp62,75 miliar.

Mayoritas calon emiten menggunakan dana IPO untuk ekspansi usaha dan pelunasan utang perbankan.

Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung serentak pada awal Juli mendatang. Pencatatan saham atau listing para calon emiten ini direncanakan terjadi antara tanggal 7 hingga 9 Juli 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Meski IHSG Anjlok 4,55%, Lima Saham Ini Cetak Top Gainers Sepekan, Ada SDMU, EMDE dan JSMR

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia...

RUPSLB Quantum Clovera (KREN) Tunda Rencana Buyback Saham, Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN)...

BIPI Lepas 99,90% Saham Sintesa Bara Gemilang Rp1,79 Triliun, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru